Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 13.50 WIB

Dinkes DKI: HMPV di Jakarta Sudah Ada Sejak 2022 di Jakarta, Jangan Panik Meski Jumlahnya Terus Bertambah

 

Ilustrasi Flu.

 
JawaPos.com – Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut kasus Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA) yang disebabkan oleh Virus Human Metapneumovirus (HMPV) telah ada di Jakarta sejak 2022. Jumlah penderitanya pun terus meningkat setiap tahunnya. 
 
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati memaparkan, jumlah penderita ISPA akibat HMPV tercatat mencapai 19  kasus pada 2022. Jumlah itu melonjak hingga, 78 kasus hingga Oktober 2023. Dan kembali mengalami lonjakan pada 2024 dengan 100 kasus. 
 
"Data ini akan kami terus lengkapi melalui koordinasi dengan berbagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Laboratorium yang ada di Jakarta," ujar Ani, Rabu (8/1). 
 
 
Virus penyebab ISPA selain HMPV, yang saat ini beredar dan dominan adalah  virus influenza tipe A H1N1 pdm2009, Rhinovirus dan Respiratory Syncytial Virus. 
 
Ani menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta tengah gencar mengedukasi masyarakat untuk mengenali gejala ISPA, mencegah sakit, dan menghindari penularan dengan etika batuk. Yakni, menggunakan masker ketika sakit, mencuci tangan, hidup sehat untuk  meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, kami juga menyiapkan fasilitas untuk menangani kasus ISPA dan penyakit menular
 
"Ke depan, kami akan memperkuat system kewaspadaan penyakit berpotensi wabah dengan mengembangkan sistem surveilans penyakit berbasis laboratorium, untuk melengkapi system surveilans ILI & SARI (Influenza-Like Illnesses & Severe Acute Respiratory Infection) yang telah ada sebelumnya," jelasnya. 
 
Ia menjelaskan, HMPV bukanlah virus baru dan telah ditemukan sejak 2001. Hal itu berbeda dengan Covid-19 yang memang baru pertama kali ditemukan di tahun 2019. 
 
HMPV merupakan salah satu dari banyak mikroorganisme atau agen penyebab penyakit ISPA baik pada saluran napas atas maupun bawah yang ditemukan hampir sepanjang tahun. 
 
"Oleh karenanya, Kami mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap waspada," ucapnya.
 
Ani menjelaskan, mayoritas penderita ISPA akibat HMPV tidak mengalami sakit berat. Namun berbeda pada kelompok rentan seperti anak, lansia, dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Infeksi virus HMPV ini dapat menjadi lebih berat dan membutuhkan perawatan untuk penderitanya. 
 
Ani menerangkan, gejala umum penderita ISPA akibat berbagai virus atau mikroorganisme lain juga sama. Antara lain, batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas.
 
Jika terjadi infeksi pada saluran napas bawah, akan menjadi bronchitis, pneumonia atau radang paru. Setidaknya ada 23 mikroorganisme/agen penyebab lain yang sering ditemukan pada penderita ISPA. Seperti : Virus Influenza tipe A dan tipe B, Adenovirus, Coronavirus, dll.
 
"Saat ini memang jumlah penderita ISPA dan pneumonia sedang meningkat, sejak bulan November tahun 2024, pola ini relatif berulang setiap tahun dimana kasus ISPA cenderung meningkat menjelang akhir tahun hingga awal tahun," terangnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore