
Ilustrasi Stasiun BNI City Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri BUMN Erick Thohir mewacanakan menutup Stasiun Karet yang saat ini melayani penumpang KRL Commuter Line. Nantinya, pengguna KRL hanya akan turun di Stasiun BNI City.
VP Corporate Communication KAI Commuter Joni Martinus menuturkan, pihaknya berencana mengintegrasikan operasional Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City.
Namun, hal itu masih dalam pembahasan antara pihaknya dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA).
Langkah ini diambil karena jarak antara kedua stasiun hanya 350 meter, sehingga dinilai lebih efisien. Selain itu, stasiun BNI City memiliki kapasitas pengguna lebih banyak.
“Dari sisi kapasitas maksimal, Stasiun BNI City pun dapat menampung penumpang sebanyak 2.000 pengguna setiap jamnya,” ujar Joni dalam keterangannya, Kamis (2/1).
Ia menilai, stasiun Karet dinilai sudah tidak layak. Berdasarkan data KAI, dalam satu jam pengguna Commuter Line yang masuk ke stasiun mencapai hampir 2.000 penumpang, dengan waktu tunggu pemberangkatan selama 10 menit.
Artinya, diperlukan kapasitas ruang tunggu sebanyak 330 orang. Namun saat ini, kapasitas stasiun Karet hanya sekitar 150 orang. Belum lagi akses menuju pintu masuk Stasiun Karet rentan memicu kemacetan lantaran berada dekat perlintasan.
“Jika digabung ke Stasiun BNI City, maka penumpang dapat menikmati fasilitas dan layanan yang optimal, dan tentunya lebih aman," jelasnya.
Dengan memindahkan layanan ke Stasiun BNI City, pengguna Commuter Line dapat menikmati fasilitas modern dan layanan yang lebih aman.
Stasiun BNI City sudah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi seperti Transjakarta, MRT, LRT, dan JakLingko, menjadikannya pusat konektivitas transportasi di Jakarta.
"Hal itu sebagai solusi dari kemacetan di jalan raya menuju bandara. Dengan integrasi moda transportasi yang bermuara di Stasiun BNI City, penumpang diharapkan dapat menghemat waktu lebih banyak sehingga bisa sampai ke bandara tepat waktu," tuturnya.
Diketahui, sepanjang 2024, tercatat sekitar 1,5 juta orang yang menuju bandara menggunakan Commuter Line Basoetta. Untuk itu, diperlukan adanya integrasi untuk meningkatkan jumlah pengguna.
Dengan peningkatan layanan Commuter Line Basoetta ini, ditargetkan bisa melayani sekitar 20 persen atau 10 juta orang dari total pengguna pesawat di Bandara Soekarno-Hatta.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
