Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Desember 2024 | 17.22 WIB

Jakarta Hadapi 808 Bencana Hidrometeorologi Sepanjang 2024

Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi memberikan keterangan kepada media saat di rumah pompa polder Green Garden, Jakarta Barat, Rabu (6/11/2024). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi memberikan keterangan kepada media saat di rumah pompa polder Green Garden, Jakarta Barat, Rabu (6/11/2024). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebanyak 808 bencana hidrometeorologi terjadi di Jakarta sepanjang tahun 2024. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi memaparkan, bencana itu terdiri dari 109 kejadian banjir, 317 kejadian jalannya tergenang, 13 kejadian angin kencang, 333 kejadian pohon tumbang, dan 36 kejadian tanah longsor.
  
"Itu tercatat ada 808 kejadian. Alhamdulillah relatif terkendali," ujar Pj Gubernur Teguh.
 
Teguh menjelaskan, sejak 2020 hingga 2024, penanganan berbagai bencana hidrometeorologi di Jakarta semakin baik setiap tahunnya.
 
 
Kemudian, kata Teguh, sejak 2021 hingga 2023, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan mitigasi bencana di lokasi-lokasi langganan bencana. Tercatat, ada sekitar 21 kecamatan, 42 kelurahan, 72 RW dan 198 RT.
 
"Ini adalah wilayah-wilayah yang selalu berulang terkait masalah banjir," terang Teguh.
 
Pj Gubernur Teguh mengatakan, sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilakukan guna mempercepat penanganan banjir di Jakarta. Di antaranya Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta satuan Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI.
 
Teguh menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG, bencana banjir besar di Jakarta pada 2020 silam akan terulang kembali di akhir tahun ini. 
 
 
Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan sejunlah upaya antisipasi salah satunya dengan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). 
 
OMC telah dilakukan dua tahap. Tahap I pada 7-9 Desember dan Tahap II pada 13-16 Desember. Nantinya, OMC akan dilanjutkan sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran. 
 
Modifikasi cuaca tahap I diklaim mengurangi intensitas hujan hingga 67 persen di beberapa wilayah Jakarta.
 
"Prediksi dari BMKG terkait dengan prakiraan cuaca, ada cuaca ekstrem yang kalau tidak tertangani, bisa menjadi katakanlah musibah banjir seperti tahun 2020. Oleh karena itulah kemudian, kami melakukan rapat, dan segera melakukan tidak lanjut," katanya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore