
Ilustrasi: Sim Card
JawaPos.com – Polresta Bogor Kota telah memeriksa sejumlah direksi PT Indosat Ooredoo Hutchison. Mereka dimintai keterangan soal pencurian data ribuan warga Bogor untuk pembelian sim card baru.
Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi Nugroho mengatakan, penyidik telah memeriksa sejumlah direksi dari Indosat.
Keterangan mereka dibutuhkan untuk menuntaskan kasus ini. "Panggilan sudah kita tujukan ke direksi," kata Aji saat dikonfirmasi, Jumat (6/9).
Aji mengatakan, penyidik masih membuka peluang memanggil kembali pihak Indosat. Polisi akan memberikan kepastian hukum kepada publik agar tidak menimbulkan keresahan.
"Cuma disayangkan kalau pengungkapan ini membuat resah warga. Karena sejatinya kita itu hanya ingin membuat masyarakat aman dan nyaman," jelasnya.
Aji menegaskan, penyidik tidak akan berhenti hanya pada dua orang tersangka PMR dan L. Jika ditemukan keterlibatan pihak lain, dan didukung oleh alat bukti yang cukup, maka akan dilakukan penetapan tersangka baru.
"Pokoknya kita akan menegakkan hukum sesuai dengan koridor hukum yang berlaku," tandas Aji.
Sebelumnya, Polres Bogor Kota mengungkap kasus pencurian data Phising Cybercrime Indentity Thenft yang melibatkan perusahaan penjual kartu sim provider.
Kasus itu diungkap di sebuah Ruko di Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.
Kapolres Kota Bogor Kota Kombespol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, perusahaan itu mencuri ribuan data KTP untuk mengejar target penjualan sim card.
Terungkapnya pencurian identitas berawal dari penangkapan sebanyak dua pelaku tindakan pencurian penyalahgunaan dari data pribadi milik orang lain tanpa izin.
Keduanya bekerja di PT NTP sebagai kepala cabang dan operator. Masing-masing berinisial PMR dan L.
"Mereka mengerjakan permintaan dari PT Indosat Ooredoo Hutchison, dengan target mampu menjual 4.000 simcard. INDOSAT menargetkan PT Nusa Pro Telemedia Persada agar setiap bulan mampu menjual 4 ribu sim card Indosat," ucap Bismo, Kamis (29/8).
Bismo menyebut, pelaku telah menyalahgunakan 3.000 identitas warga Kota Bogor. Pelaku PMR bertugas memasukkan SIM card ke dalam ponsel untuk diisi data milik orang lain tanpa izin. Dari perbuatannya, Pelaku mendapat keuntungan Rp 25,6 juta.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
