Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juni 2024 | 22.36 WIB

Benarkan Ucapan Anies Soal Angin Tak Punya KTP, KLHK: Polusi Udara Jakarta Bisa dari Daerah Penyangga

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rasio Ridho Sani (tengah) (Royyan/JawaPos.com) - Image

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rasio Ridho Sani (tengah) (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membenarkan ucapan mantan calon presiden Anies Baswedan yang menyebut bahwa angin tak punya KTP saat menanggapi polusi udara di Jakarta. 

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa kualiatas udara Jakarta yang memburuk memang bisa jadi dikarenakan polusi udara dari daerah penyangganya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur. 
 
"Iya tentu kemungkinan. Jakarta ini kan daerah yang dikelilingi beberapa kegiatan industri. Di samping di Jakarta ada industrinya, di luar Jakarta kan banyak kawasan-kawasan industri maupun industri-industri lainnya," ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/6).
 
 
Sebab kondisi udara yang dinamis dan tak dapat dikendalikan, Rasio menyebut bahwa bisa saja polusi udara dari daerah penyangga, kemudian terbawa hingga ke Jakarta. 
 
"Kalau misal di Bekasi, Karawang, arah anginnya ke barat, ya Jakarta terpengaruh," ucapnya.
 
"Begitu juga misal tiba-tiba arah anginnya dari barat ke timur, tentu sumber-sumber pencemaran di barat berkontribusi kepada wilayah Jakarta," tegas Rasio.
 
Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa dibutuhkan kerja kolaborasi yang dilakukan tiap pemerintah daerah agar polusi udara dapat diatasi.
 
 
"Iya harus dilakukan bersama, maka kami lakukan untuk jabodetabek, maka kami sampaikan kenapa ini kami tangani melalui KLHK," tandas Rasio.
 
Sebelumnya, Anies dalam debat capres lalu mengatakan bahwa faktanya udara Jakarta tak konsisten buruk. Ada hari di mana kualitas udara membaik. 
 
"Apa yang terjadi? Polusi udara tak punya KTP, angin tak ada KTP-nya. Angin itu bergerak sana sini. Ketika polutan polutan muncul, pembangkit listrik tenaga uap mengalir ke Jakarta, maka Jakarta punya indikator, karena itu Jakarta mengatakan ada polusi udara," ucapnya.
 
"Ketika anginnya bergerak ke arah Lampung, Sumatera, Laut Jawa, di sana tidak ada alat minitor, maka tidak muncul," sambung Anies.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore