Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Agustus 2023 | 22.01 WIB

4 Langkah Hindari Penyakit Akibat Polusi Udara di Jakarta

Pejalan kaki melewati trotoar dan pedestrian di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan. Para pekerja berjalan kaki melintasi trotoar di Kawasan Berorientasi Transit atau Transit Oriented Development (TOD), Halte Bus TransJakarta Gelora - Image

Pejalan kaki melewati trotoar dan pedestrian di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan. Para pekerja berjalan kaki melintasi trotoar di Kawasan Berorientasi Transit atau Transit Oriented Development (TOD), Halte Bus TransJakarta Gelora

JawaPos.com - Polusi udara di Jakarta sudah memasuki tahap tak sehat untuk tiap warga di ibu kota. Akibatnya, gangguan kesehatan mulai dari pernapasan hingga penyakit sirkulasi darah dapat terjadi.

Oleh karena itu, setidaknya ada empat hal yang dapat dilakukan untuk menghindari gangguan kesehatan yang diakibatkan polusi udara di Jakarta. Yang paling utama adalah menghindari aktivitas di luar ruangan.

"Menghindari aktivitas outdoors terutama kelompok rentan, bayi, balita, pralansia, lansia, dan ibu hamil," ujar Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama kepada wartawan, Selasa (15/8).

Selain itu, seperti halnya saat pandemi Covid-19, jika untuk keperluan mendesak, ia mengatakan bahwa penggunaan masker medis dapat mengurangi dampak buruk akibat polusi udara.

"Menggunakan masker medis N95 jika beraktivitas outdoors," ucap Ngabila.

Langkah ketiga adalah dengan melengkapi 15 imunisasi rutin yang gratis untuk anak-anak.

"Di mana ada beberapa imunisasi untuk mencegah terjadinya ISPA dan pneumonia seperti: PCV, haemophilus influenzae tipe B dalam pentavalen," ucapnya.

"Imunisasi berbayar yang disarankan per tahun ada imunisasi influenzae terutama untuk kelompok rentan anak dan lansia," sambung Ngabila.

Terakhir, langkah paling baik untuk bertahan dari dampak buruk polusi udara adalah dengan menjaga agar imunitas tubuh tetan baik. Caranya adalah dengan melakukan pola hidup CERDIK, yaitu rutin mengecek kesehatan, menjauhi asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, dan mengelola stres.

Untuk diketahui, Kualitas udara di Jakarta masih bertengger di tiga besar terburuk di dunia. Melansir data dari situs IQAir kota metropolitan ini menduduki peringkat ketiga sebagai kota terburuk kualitas udaranya di dunia.

Adapun tingkat baik atau buruknya suatu kualitas udara adalah dinilai berdasarkan tingkat PM 2,5-nya. Semakin tinggi angka PM 2,5, maka semakin buruk juga kualitas udara di suatu daerah.

Di Jakarta sendiri, per pukul 12.35 WIB, PM 2,5 yang dimiliki kota ini mencapai 159. Hal ini mengindikasikan udara yang tak sehat, tidak hanya untuk kelompok yang sensitif, tetapi juga untuk orang secara umum.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore