Driver ojek online
JawaPos.com – Achmad si driver ojek online yang menolong Gira penumpangnya keluar dari Rumah Toko (Ruko) yang diduga menjadi tempat penipuan lowongan kerja, ternyata sempat berhadap-hadapan dengan sekitar dua atau tiga petugas keamaan, sebelum bertemu dengan costumernya. Achmad pun pasrah, jika terjadi apa-apa dengan keselamatan jiwanya.
“Pas sampai depan (Ruko) udah pasang badan aja. Udah siap-siap (kalau terjadi apa-apa-Red,” katanya saat berbincang dengan JawaPos.com, Rabu (26/5).
Beruntung, meskipun telah berhadap-hadapan dan diawasi para petugas keamanan tersebut, tak ada insiden yang berarti. Achmad pun langsung pergi meninggalkan Ruko dibilangan Kota Bekasi itu sesaat bertemu dengan penumpangnnya yang ketakutan di dalam Ruko.
“Penumpang langsung mengajak jalan aja buru-buru. Dia merasa lega,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, penumpang ojek online bernama Gira, berhasil diselamatkan Achmad, seorang driver ojek online dari komplotan penipu lowongan kerja Rumah Toko (Ruko) di Kota Bekasi. Gira ternyata menjadi korban penipuan dari pihak perusahaan yang mengaku membuka lowongan kerja.
Awalnya menurut Achmad, Selasa (25/7) pagi, usai dirinya mendapat orderan dari penumpang bernama Gira, Achmad curiga dengan chat personal yang dikirim oleh penumpangnya tersebut. Pasalnya, sang penumpang langsung mengatakan jika dirinya gemetaran dan takut di dalam Ruko itu. Padahal, pagi-pagi buta, Gira kata Acmad, berniat melamar kerja dan berangkat dari kosannya di bilangan Jakarta Barat dengan menumpang kereta api menuju Kota Bekasi.
“Dapat orderan seperti yang beredar (di Medos-Red). Langsung bilang (gemetaran-Red) begitu,” kata Achmad saat berbincang dengan JawaPos.com, Rabu (26/7).
Curiga, Achmad pun langsung menanyakan kondisi Gira.
“Mas gemetaran kenapa?,” ucap Achmad.
Tak lama kemudian, sang penumpang pun langsung menceritakan kondisinya. Kepada Achmad, Gira mengaku seperti ditahan di dalam Ruko oleh HRD. Bahkan, saat datang melamar kerja, di ruang pendaftaran yang terletak di lantai satu Ruko tersebut, dirinya langsung dipaksa disuruh bayar Rp 1,5 juta.
Karena takut dan berharap mendapat kerjaan, Gira pun akhirnya merelakan uangnya Rp 350 ribu melayang.
Namun bukannya untung, Gira justru semakin buntung. Tak ada tes apapun yang dilakukan pihak perusahaan terhadap pelamar, layaknya orang melamar kerja. Gira bersama pelamar lain kata Achmad, justru diminta naik ke lantai dua.
“Disuruh bayar Rp 1,5 juta hari ini harus ada. Kalau nggak, diminta pinjem ke orang tua, tetangga atau temen,” papar Achmad.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
