
Petugas memadamkan api di lokasi kebakaran RS Salak Kota Bogor, pada Jumat (7/4) sore.
JawaPos.com–Petugas Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, dan Polri, berhasil memadamkan kebakaran di lingkungan Rumah Sakit Salak di Kota Bogor. Butuh waktu sekitar satu setengah jam, petugas gabungan itu untuk memadamkan api.
”Api sudah dipadamkan tadi pukul 15.00, sekarang petugas masih lanjut membersihkan dan memastikan di sekelilingnya aman,” kata Kepala Polresta Bogor Kota Kombespol Bismo Teguh Prakoso seperti dilansir dari Antara, Jumat (7/4) sore.
”Setelah selesai seluruh kegiatan pemadaman, kami akan berikan police line (garis polisi),” tambah dia.
Dia menyampaikan, kebakaran di lingkungan Rumah Sakit Salak diduga terjadi akibat korsleting listrik. Kebakaran di salah satu bangunan di rumah sakit itu diketahui pukul 13.20 WIB. Sekitar 15 menit kemudian api menjalar ke bangunan-bangunan di sampingnya.
”Petugas berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi di Rumah Sakit Salak sekitar pukul 15.00 WIB dengan dukungan 14 mobil pemadam, delapan mobil pemadam dari Kota Bogor dan enam mobil pemadam dari Kabupaten Bogor,” papar Bismo Teguh Prakoso.
Menurut data sementara kepolisian, lanjut dia, ada empat ruangan yang terbakar di Rumah Sakit Salak. Termasuk ruang pemeriksaan kesehatan dan instalasi farmasi.
Aparat kepolisian akan melakukan olah tempat kejadian perkara pada Sabtu (8/4) pagi untuk mencari tahu penyebab kebakaran yang terjadi di rumah sakit tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) untuk mengaudit semua instalasi bangunan cagar budaya. Hal itu sebagai antisipasi peristiwa kebakaran seperti di RS Salak pada Jumat (7/4) siang.
”Untuk bangunan cagar budaya agar diperiksa. Harus dipastikan hidran kebakarannya juga berfungsi di titik terdekat gitu ya,” kata Bima.
Bima menyampaikan, kebakaran di RS Salak yang diduga akibat korsleting listrik, bukan karena zat kimia yang meledak atau hal lain. Dia meminta perlu peninjauan ulang terhadap hidran atau sambungan darurat air untuk kebakaran.
”Kita audit dulu lah, saya perintahkan Dinas PUPR dan Perumkim, bangunan cagar budaya, bangunan vital strategis dicek instalasi listriknya,” ujar Bima.
Menurut Bima, kebakaran terjadi di bangunan ruang medical check up, instalasi farmasi RS Salak hingga batas bangunan polisi militer Denpom III/1 yang berdiri sejak 1894 itu harus menjadi pelajaran untuk kesiapsiagaan hidran dan pengecekan instalasi listrik secara berkala.
Bima mengatakan, bangunan RS Salak yang sudah tua akan mendapatkan perhatian untuk perbaikan. Termasuk suplai obat-obatan dari Dinas Kesehatan untuk mengisi kekurangan akibat kebakaran.
”Kalau pasien aman, jauh di sana di dalam. Yang terbakar itu ruang administrasi, keuangan, farmasi. Kita minta Dinas Kesehatan untuk membantu obat-obatan. Bangunan akan dibantu perbaiki,” terang Bima.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
