Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 April 2023 | 21.57 WIB

Bawa Laptop Saat Bersaksi Untuk AG, Amanda Ternyata Sambil Ujian

JawaPos.com - Anastasia Pretya Amanda (APA) ternyata sedang melaksanakan ujian kuliah saat menjadi saksi untuk terdakwa anak AG, dalam kasus penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora hari ini. Dia sampai harus membawa-bawa laptop saat datang ke Pengadilan Negeri. 
 

Anastasia Pretya Amanda alias APA (baju putih) bersama pengacaranya Enita Adyalaksmita. Credit: istimewa

 
"Iya lagi ujian, ini nyambung yang kedua makanya langsung pulang karena ujian kedua. UTS loh masalahnya bukan ujian," kata Pengacara Amanda, Enita Adyalaksmita di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (4/4).
 
 
Enita mengatakan, Amanda tetap datang sebagai saksi untuk membantu menyelesaikan persidangan. Namun, setelah selesai memberikan kesaksian, Amanda langsung melaksanakan ujian secara daring.
 
"Amanda sendiri dengan melaporkan semua kasus ini mudah-mudahan kampus mengerti," jelasnya.
 
Sebelumnya, diversi terhadap kekasih Mario Dandy Satriyo berinisial AG dipastikan gagal. Oleh karena itu, AG langsung menjalani sidang lanjutan berupa pembacaan dakwaan.
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa AG dengan beberapa pasal. Dakwaan pertama primair Pasal 353 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Dakwaan kedua primair Pasal 355 ayat (1) jo Pasal 56 ke-2 KUHP Subsider Pasal pasal 353 ayat (2) Kuhp jo Pasal 56 ke-2 KUHP. Dan ketiga Pasal 76 C jo Pasal 80 ayat (2) UU RI NO 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak.
 
Pengacara AG, Mangatta Toding Allo membenarkan persidangan masuk pokok perakara. Selanjutnya, sidang diagendakan untuk eksepsi.
 
"Diversi kita ditolak. Kami mengikuti proses ini dengan sebaik mungkin," kata Mangatta usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (29/3).
 
 
Sementara itu, Pengacara Cristalino David Ozora, Mellisa Anggraini mengatakan, ada beberapa alasan keluarga menolak diversi untuk AG. Salah satunya yakni kondisi David yang tak kunjung sembuh meski sudah mendapat perawatan lebih dari 30 hari.
 
David didiagnosa oleh dokter mengalami cedera otak berat. Akibatnya, sampai hari ini dia belum bisa mengenali lingkungan bahkan dirinya sendiri.
 
 
 
Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore