
Andre Taulany menyanyi di Konser Dewa 19 membawakan lagu Mungkinkah.
JawaPos.com-Banjir keluhan soal fasilitas penunjang dalam penyelenggaraan konser Dewa 19 di Jakarta Internasional Stadium (JIS) jadi pukulan bagi pengelola stadion tersebut, yaitu PT Jakarta Propertindo (JakPro). VP Corporate Secretary JakPro Syachrial Syarif menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengevaluasi atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dalam konser megah itu.
"Evaluasi secara menyeluruh atas penyelenggaraan konser Dewa 19 segera kami lakukan, termasuk keluhan-keluhan yang timbul," ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (5/2).
Syachrial menegaskan bahwa semua keluhan yang terluap lewat berbagai media itu menjadi catatan pihaknya untuk melakukan perbaikan. "Hal ini menjadi catatan kami untuk perbaikan," terangnya.
Namun begitu, saat ditanya mengenai kantong parkir yang terbatas hingga keluhan soal transportasi umum yang dianggap belum memadai, Syachrial enggan berkomentar. Ia belum mau memberi kepastian bentuk evaluasi yang akan dilakukan terhadap keluhan tersebut. "Masih kami evaluasi," ucapnya singkat.
Seperti diketahui, konser Dewa 19 di JIS pada Sabtu (4/2) menjadi mimpi buruk bagi banyak orang. Sekitar 75.000 penonton yang datang ke lokasi itu menguji kesiapan fasilitas stadion yang katanya bertaraf internasional tersebut.
Kebanyakan penonton, Baladewa dan Baladewi hanya menikmati konser itu ketika nyanyian didendangkan. Namun, saat akan masuk dan keluar dari arena konser itu banyak orang mengeluhkan fasilitas JIS yang sudah pernah dijadikan tempat salat Id itu.
Adriansyah Yasin, salah satu penonton konser Dewa 19 mengaku JIS belum siap untuk menampung kegiatan dengan puluhan ribu orang seperti pada Sabtu (4/2) malam kemarin. Pasalnya, transportasi umum, lokasi parkir, hingga trotoar yang ada di JIS belum mampu menampung pengunjung sebanyak itu. "Resep sempurna membuat bencana seperti Kanjuruhan kembali terjadi," ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (5/2).
Adri menyebut, saat hendak keluar dari arena konser, semua orang, puluhan ribu orang, hanya diberi satu akses pintu keluar. Hal itu tentunya membuat penumpukan di lokasi dan antrean mengular tak henti.
Penderitaan pun tak berhenti di situ. Saat akhirnya dapat keluar dari arena stadion, ia mengatakan bahwa fasilitas jalanan yang tak bertrotoar membuat dirinya lebih merasa was-was lagi untuk berjalan kaki. "Keluar dari stadion langsung disambut jalan tak bertrotoar, akses bus shuttle yang tak jelas. Buat apa stadion bagus tapi infrastruktur pendukungnya nggak ada sama sekali?" protesnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
