
Foto udara umat Islam melaksanakan Shalat Idul Fitri 1443 H di kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin 2 Mei 2022. Pemprov DKI Jakarta menggelar salat Idul Fitri 1443 H di kawasan Stadion JIS yang dihadirkan ribuan warga Jakarta dan se
JawaPos.com - Jakarta Internasional Stadium (JIS) kini sudah berdiri dengan gagah di Jakarta Utara. Stadion yang diperuntukkan untuk jadi markas kesebelasan Persija Jakarta itu kini digunakan berbagai kegiatan besar selain dari sepak bola.
Pembangunan JIS menelan anggaran hingga Rp 5 triliun. Pembangunan stadion yang diprakarsai oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada saat itu mengalami banyak rintangan sejak wacananya digaungkan.
Berikut adalah beberapa rangkaian pembangunan JIS beserta polemik yang terus mengiringinya hingga sekarang:
1. Peletakan batu pertama pembangunan JIS
Pembangunan JIS mulai kick-offnya sejak tahun 2019, tepatnya tanggal 14 Maret. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Anies yang disambut meriah oleh klub Persija dan para pendukungnya, Jakmania.
Respons tersebut kemudian membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari fraksi Nasdem merasa perlu untuk mendukung sepenuhnya pembangunan stadion bertaraf internasional tersebut.
Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menyatakan, bahwa sudah saatnya pihak legislatif memberikan ruang untuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dalam membangun stadion mewah tersebut.
“Harapan kami bahwa kawasan ini dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat sekitar dan warga Jakarta dapat segera menikmati dan memanfaatkan,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/3/2019).
Meski sudah dilakukan peletakan batu pertama sejak Maret 2019, pembangunan JIS baru dapat benar-benar dilakukan di bulan Mei.
2. Mulai pembangunan
Dalam pembangunan JIS, Pemprov DKI Jakarta mempercayakan hal itu kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (JakPro). Dalam tahap awal, JakPro merapikan lahan untuk pembangunan stadion berkapasitas 82.000 penonton itu.
Dalam proses merapikan lahan tersebut, JakPro berusaha untuk melakukan pembenahan dan pengonsepan wilayah yang anti banjir
"Kami harus angkat nih level banjir, dengan Dinas SDA kami sudah konsultasi akan keluar izin level banjirnya, sertifikatnya itu menjadi standar kami. Akan jadi standar di kawasan, lalu paling lambat di bulan kelima (Mei) mulai pengerjaan utama,” jelas Iwan saat dikonfirmasi, Jumat (15/3/2019).
3. Mendapat penolakan dari warga sekitar yang tak mau tergusur
Seperti halnya pembangunan-pembangunan berskala besar yang dilakukan pemerintah, JIS juga pastinya mesti membebaskan lahan yang sangat luas di Jakarta Utara. Hingga tahun 2021, dua tahun sejak dimulainya pembangunan JIS, warga sekitar masih enggan meninggalkan huniannya.
Corporate Communication Manager PT JakPro saat itu, Melisa Sjach mengatakan, tidak ada cara-cara kekerasan yang digunakan dalam proses dialog dengan 74 kepala keluarga (KK) yang belum berpindah.
”Tidak, kami tidak akan menggunakan dan memilih cara pemaksaan. Tidak ada kekerasan juga ya. Kami bantu solusinya bekerja sama juga dengan kewilayahan setempat. Sampai saat ini proses dialog masih terus berjalan dan komunikasi yang baik ini yang terus kami upayakan,” ujar Melisa di Jakarta, Selasa (27/4/2021).
Setelah melalui proses yang panjang, mediasi antara JakPro dengan warga sekitar yang masih tak mau pindah dari lokasi bangunan JIS akhirnya membuahkan hasil dan pembangunan dilanjutkan kembali.
4. Soft launching JIS tertunda
Mulanya, soft launching JIS akan dilakukan pada Septemper 2021. Pada pekan ke-118, pembangunan JIS sudah mencapai 87,85 persen. Namun begitu, saat itu Jakarta diserang dengan virus Covid-19 varian Omicron. Hal itu kemudian membuat soft launching JIS urung dilakukan.
“Langkah kewaspadaan tidak boleh dikendorkan. Terutama, dengan berita perkembangan varian Omicron di luar negeri,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam siaran virtual, Jumat (3/12/2021).
5. Finishing pembangunan JIS
Pada akhir tahun 2021, pembangunan JIS sudah mulai masuk tahap akhir. Gubernur DKI Jakarta saat itu Anies Baswedan mengatakan bahwa pembangunan stadion kebanggaannya itu telah melibatkan 3000 pekerja yang terus melakukan pembangunan di tengah pandemi.
Salah satu pekerjaan terberat, kata Anies adalah pengangkatan rangka atap baja seberat 3.900 ton.
“Ini proses masif yang membutuhkan lebih dari sekadar kerja keras, tapi kerja penuh ilmu pengetahuan, kerja penuh akurasi, penuh perencanaan. Boleh kita katakan bahwa ini adalah suatu proyek yang mengagumkan dari 2019 ke 2021 ini,” kata Anies, Minggu (12/12/2021).
6. Jadi 10 stadion termegah di dunia
JIS tercatat masuk dalam 10 stadion termegah di dunia, berdasarkan laporan media asal Inggris Daily Mail pada 20 Februari 2021. JIS masuk dalam daftar ke-10 setelah Miami Freedom Park, Lusail Iconic, Bramley-Moore Dock, Camp Nou, Santiago Bernabeu, New Feyenoord, Della Roma, New San Siro, dan Grand Stade de Casablanca.
Tak hanya itu, JIS merupakan satu-satunya bangunan stadion yang telah memperoleh sertifikat bangunan ramah lingkungan (green building) level platinum pada aspek pengakuan disain (design recognition).
7. Sindir-sindiran politik pembangunan JIS
Dalam pembangunannya, JIS lekat sekali dengan nilai-nilai politik. Gubernur DKI Jakarta saat itu Anies Baswedan yang selalu disebut sebagai antitesa pemerintahan pusat terus mendapat serangan dari partai pendukung pemerintah.
Hal itu kemudian berimbas pada program-program besar yang dilakukan Anies, termasuk pembangunan JIS. Pada Minggu, (16/01) Anies kemudian menampilkan Grup Band Nidji di Jakarta Internasional Stadium (JIS) dalam rangka uji coba sound system JIS.
“Melihat penampilan band Nidji saat uji coba sound system JIS semalam, sambil inspeksi 93% ketuntasan pembangunan stadion. Musiknya menggelegar, suaranya merdu, tidak ada sumbang-sumbangnya,” tulis Anies di Instagram pribadinya.
Hal itu tentu kemudian membuat banyak spekulasi di media sosial. Pasalnya, salah satu yang paling keras mengkritisi Anies adalah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha adalah mantan vokalis Nidji.
8. Digunakan sebagai salat id
Awalnya, rencana salat id di JIS tercetus pada 9 Maret saat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Jakarta Utara Suwardi, Sekretaris Umum MUI Jakarta Utara Ali Fahmi bersama 13 perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam Jakarta Utara lainnya berkunjung ke JIS. Karena melihat kemegahan stadion berstandar internasional itu, disampaikan pula keinginan ormas Islam Jakarta Utara untuk dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri di JIS.
Keinginan itu akhirnya bakal terwujud, setelah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengabulkan permintaan masyarakat terhadap rencana pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1443 Hijriah di JIS, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Ketua MUI Kota Administrasi Jakarta Utara, Ibnu Abidin menyampaikan bahwa surat permohonan tersebut sudah diterima dan dikabulkan oleh Gubernur Anies Baswedan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menentukan area luar JIS, yakni Ramp Barat sebagai lokasi Shalat Idul Fitri 1443 Hijriah mendatang.
"Kami juga menyiapkan lokasi shalat cadangan di Ramp Timur apabila antusias jamaah Shalat Idul Fitri di JIS tinggi,” katanya (9/4).
Gubernur DKI Jakarta saat itu Anies Baswedan mengatakan, tempat olahraga itu memang untuk pertama kalinya digunakan untuk tempat beribadah keagamaan.
“Ini adalah untuk pertama kalinya JIS digunakan untuk salat Idul Fitri, dan kita menjadi pribadi pertama yang menggunakan tempat ini unjuk bersujud,” kata Anies di JIS Jakarta Utara, Senin (2/5).
9. Nama JIS dianggap melanggar
Polemik JIS tidak hanya berhenti dari anggaran dan pembangunannya. Setelah hampir selesai dan siap digunakan, penamaan Jakarta Internasional Stadium dianggap keliru dan melanggar. Menurut Sejarawan JJ Rizal, penamaan JIS dianggap melanggar UU Nomor 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan karena menggunakan Bahasa Inggris.
Selain itu, nama JIS dianggap tidak dapat memacu semangat untuk memajukan persepakbolaan nasional karena tidak menggunakan nama tokoh sejarah yang inspiratif.
“Diusulkan mengambil nama Soeratin yang merujuk kepada nama tokoh pendiri Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), tapi sejarah menunjukkan ada tokoh yang lebih tepat, yaitu MH Thamrin,” tulisnya melalui laman change.org.
Menanggapi itu, Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk menampung usulan masyarakat terkait pergantian nama Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. Salah satu usulannya yaitu dengan nama Stadion MH Thamrin.
“Semua usulan akan kami tampung dulu dan kami diskusikan, memang banyak usulan dari masyarakat, kami akan bahas,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (2/6).
Namun begitu, hingga kini akhirnya nama JIS tetap dipakai oleh Pemprov DKI Jakarta.
10. Pagar roboh saat Grand launching JIS
Pada 24 Juli 2022, JIS akhirnya diluncurkan secara besar-besaran oleh Anies Baswedan. Dalam kesempatan itu, warga DKI Jakarta antusias menghadiri acara Grand Launching Jakarta International Stadium (JIS). Minggu (24/7). Acara tersebut turut dimeriahkan dengan konser musik hingga pertandingan persahabatan Persija Jakarta vs Chonburi FC.
Salah satu pengunjung Grand Launching JIS, Salsa, menyatakan perasaan senangnya dapat hadir menyaksikan acara tersebut. Ia juga mengaku tak sabar menyaksikan klub kesayangannya berlaga.
“Senang sekali, ini pertama kalinya saya mengunjungi JIS dan ternyata sangat megah dan bagus. Saya bersama teman-teman ke sini naik Transjakarta. Rutenya mudah, busnya juga banyak jadi gak perlu nunggu lama untuk menuju lokasi. Demi Persija apapun saya usahakan deh,” ujar Salsa kepada Jawapos.com, Minggu (24/7).
Namun begitu, euforia grand launching JIS teralihkan dengan robohnya pagar salah satu bagian tribun penonton. Atas hal itu, cemoohan kemudian banyak dilontarkan kepada Anies karena dianggap pembangunan yang menghabiskan dana triliunan itu tidak sebanding dengan hasilnya.
Atas hal itu, VP Sekretaris Perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) saat itu Nadia Diposanjoyo mengatakan, pagar roboh karena struktur kolom praktis pada pagar pembatas yang kurang kuat menahan beban penumpukan penonton dalam satu lokasi yang tidak sesuai kapasitasnya.
“Pertandingan kemarin jadi bahan berharga untuk evaluasi kita semua, Jakpro, Jakmania, Pemprov DKI, Persija dan skema tiket oleh JakLingko,” katanya, Minggu (24/7).
Tak ambil waktu lama, Mantan Project Director JIS Iwan Takwin menyebut telah mengecor semua horizontal barrier yang ada di JIS. Hal itu dilakukan dengan harapan tidak terjadi lagi kerobohan akibat penonton yang menggunakan horizontal barrier dengan semestinya.
“Kami cor semua dengan tulangan beton. Di bawahnya kami tambah juga pengikat baja siku untuk menempel ke lantai dari tribunnya,” ujarnya di ruang rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (2/8).
11. Dianggap tak berstandar FIFA
Isu JIS memang selalu menarik untuk dipanaskan. Hal itu yang membuat keberadaannya meski sudah bediri, pihak-pihak tertentu masih terus mempermasalahkannya. Terbaru, PSSI yang mulai meragukan kualitas JIS karena menyebut hasil karya Anies itu tidak berstandar FIFA.
Hal itu kemudian membuat banyak orang berang. JakPro sebagai penanggung jawab pembangunan JIS menegaskan bahwa yang disampaikan PSSI tidak benar.
Plt Direktur Proyek JIS Arry Wibowo menegaskan bahwa pembangunan JIS sudah sesuai dengn amanah yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagaimana yang tertuang dalam Pergub Nomor 14 Tahun 2019. Ia menjelaskan bahwa JIS dirancang oleh Buro Happold, konsultan perencana dari Inggris yang memiliki pengalaman internasional dalam merancang stadion-stadion sepak bola modern di Liga Inggris, seperti Tottenham Hotspurs Stadium di London, serta perancangan beberapa stadion Piala Dunia Qatar 2022.
“JIS merupakan salah satu stadion yang mirip dengan stadion di Eropa baik secara desain maupun fasilitas. Selain itu, Jakpro juga didampingi langsung oleh Assessor FIFA pada saat perencanaan dan desain JIS dilakukan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/9).

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
