
Jakarta Sports Week (JSW) di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, pada 11-13 November telah tuntas diselenggarakan. Istimewa
JawaPos.com–Event Jakarta Sports Week (JSW) di Parkir Timur Gelora Bung Karno Senayan, pada 11-13 November telah tuntas diselenggarakan. Event selama tiga hari itu lancar meskipun ada gangguan cuaca.
Kepala Bidang Pemasaran Disparekraf DKI Jakarta Hari Wibowo menyatakan selama tiga hari pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan disiplin. Tidak ada destruksi atau hal yang mengkhawatirkan.
”Meski cuaca kurang bersahabat, tapi tidak mengurangi minat pengunjung untuk menikmati apa yang ada di JSW. Mereka juga bubar dengan tertib, berangsur-angsur selesai dan tidak ada apa-apa, Alhamdulillah,” ujar Hari saat diwawancarai pasca acara.
Kendati demikian, bukan berarti tidak ada catatan. Setelah event selesai, pihaknya melakukan internal briefing untuk mengevaluasi keseluruhan. Mulai penyelenggaraan, mitra kerja, hingga tenant yang tergabung.
”Tadi sih saya sempat tanya (ke pengunjung) di panggung sambil bercanda mau lagi gak tahun depan. Jawabnya mau,” kata Hari.
Menurut dia, itu bisa menjadi catatan tim bahwa yang menikmati acara tersebut banyak. Ajang itu menjadi perkenalan bagi olahraga rekreasi seperti strongman hingga parkour.
”Kemudian yang belum tahu jadi tahu tentang cabor apa saja yang ada di sini. Cukup banyak peminat, animonya cukup tinggi. Terlihat ada antrean di beberapa titik lokasi JSW,” papar Hari.
Disinggung terkait menambah cabor tahun depan, Hari menyatakan, wacana tersebut sempat terpikir. Seperti menambah lintasan skateboard. ”Karena bisa digabung sama inline skate, track (jalur) yang sama bisa dipakai bersama oleh dua kegiatan,” terang Hari.
Salah satu tujuan JSW adalah menarik minat wisatawan asing ke Jakarta. Lantas, bagaimana respons wisatawan asing?
”Kami lihat kemarin di cabor jetski dan stand up paddle diikuti beberapa komunitas dari luar negeri yang datang dan mencoba track di sekitar Pulau Bidadari (Kepulauan Seribu),” ujar Hari.
Hari sempat bicara dengan peserta dari Filipina dan mengatakan bahwa ajang tersebut bagus. Mulai dari ombak dan rintangannya.
”Saya juga ketemu yang dari Belgia untuk stand up paddle juga sama. Untuk strongman tadi juga ada peserta dari Malaysia, Brunei, dan dari Rusia juga ada,” ucap Hari.
Dari penyelenggaraan perdana tersebut, Hari menambahkan, pihaknya ingin mendapat promosi dari mulut ke mulut dari atlet yang bertanding.
”Kan lebih efektif tuh kalau yang bicara teman sesama negaranya pasti akan lebih meyakinkan. Misalnya dia cerita pernah ke Jakarta loh, di Jakarta ada acara bagus, ada event menarik. Mudah-mudahan pada gilirannya nanti bisa menambah kunjungan wisatawan ke Jakarta,” ujar Hari.
Sedangkan untuk pengunjung, sesuai dengan izin keramaian dari Polda Metro Jaya mendapat izin 3.000 penonton per hari. ”Tapi kami coba batasi 2.500 pengunjung. Pencapaiannya, alhamdulillah tercapai terus. Diharapkan mereka bisa bercerita bahwa di Jakarta ada kegiatan ini, di Jakarta ada event ini. Perkiraan yang dari luar kota atau luar negeri bisa datang ke Jakarta lagi,” ujar Hari.
Ketua Strongman Indonesia Saviera menyatakan senang digandeng Disparekraf DKI Jakarta.
”Acara kami ini diikuti beberapa negara komunitas strongman dan strongwomen seperti dari Brunei, Malaysia, hingga dari berbagi provinsi. Terdapat 29 pemenang dari lima kategori yang dilombakan (putra-putri) di JSW kali ini,” tutur Saviera.
Dia menyebutkan, kesempatan atlet Indonesia untuk ke luar masih minim. ”Mereka (atlet luar) lebih rajin. Karena pandemi di negara mereka jarang mengadakan. Justru kami yang mengadakan,” ucap Saviera.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
