
Photo
JawaPos.com - Video yang memperlihatkan, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Tajudin Tabri yang tengah marah-marah kepada seorang sopir truk di kawasan Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, viral di media sosial.
Dengan nada tinggi, politisi Partai Golkar Depok itu menyuruh sopir tersebut untuk push up. Bahkan, dia juga mendaratkan tapak kakinya ke tubuh sang sopir. Selanjutnya, Tajudin memaksa supir itu untuk berguling di jalan raya tersebut.
Menanggapi hal ini, Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi Arafiq angkat bicara. Dia mengaku pihaknya menyesali adanya tindakan yang dilakukan salah satu kader partai tersebut. Ditambah, Tajudin Tabri saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Depok.
“Menanggapi video viral HTJ pada sopir truk, saya ketua DPD Partai Golkar sangat menyesalkan kejadian tersebut terjadi,” tuturnya seperti dikutip Radar Depok (Jawa Pos Group), Sabtu (24/9).
Farabi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap Tajudin Tabri. Selanjurtnya, yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan AD/ART Partai Golkar yang berlaku. “Yang mana yang bersangkutan dapat dikenai sanksi tegas sesuai derajat kesalahan nya dari yang ringan sampai pada pemecatan,” bebernya.
Dia menjelaskan, hasil keputusan sanksi itu bergantung pada investigasi dan klarifikasi yang dilakukan pihaknya. “Partai Golkar adalah partai yang menegakan keadilan serta bernapaskan kasih sayang sehingga, kami tidak membenarkan hal ini,” terang Farabi.
Karena itu, Farabi meminta maaf kepada masyarakat Kota Depok atas kesalahan yang diperbuat Tajudin Tabri. Menurut dia, harusnya persoalan sopir truk melakukan kesalahan itu dilakukan sesuai peraturan perundangan yang berlaku tanpa diperlukan secara kasar. “Kami sebagai partai pro rakyat berkomitmen tidak membiarkan persoalan ini. Kader-kader kami harus humanis sebagai pelayan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, usai ramai diperbincangkan publik, Tajudin Tabri memberikan klarifikasi. Dia menyebut, kejadian itu diluar kontrolnya. Sebab, dia mengaku naik pitam seketika melihat adanya peristiwa truk tersangkut pipa gas pada kawasan tersebut. “Saya ingin mengklarifikasi kejadian tadi karena memang viral ya, saya secara pribadi terutama kejadian itu karena di luar batas kemampuan atau kontrol saya,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (23/9).
Tajudin menjelaskan, emosinya tersulut seketika truk proyek Tol Cijago kembali merusak portal yang ada di kawasan Krukut, Kecamatan Limo. Sebab, kejadian itu sudah terjadi setidaknya tiga kali. “Kenapa demikian, karena ini kejadian sudah yang ketiga kali. Ketika kejadian kedua saya juga turun,” terangnya.
Menurut Tajudin, dia sempat mendapatkan sindirian dari grup Whatsapp (WA) warga setempat. Dalam pesan digrup tersebut, dia mendapatakan sindiran dari warga yang mempertanyakan kinerjanya. “Pada kejadian saya ada grup WA, nah di situ warga sampai bilang ini kerjaan dewan ngapain aja, sampai kejadian dua kali. Padahal ini kan bukan tupoksi saya,” urainya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
