
Ilustrasi bajaj berbahan bakar gas sangat dinilai pengemudi lebih rumah dibanding menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. (Saifan Zaking/JawaPos.com)
JawaPos.com - Imbas dari naiknya harga BBM Pertalite membuat ongkos transportasi umum mulai dari angkot hingga ojek online di DKI Jakarta ikut naik. Angkutan umum semacam bajaj berbahan bakar gas pun kini menjadi alternatif warga DKI untuk mobilitas.
Sukma, 35, salah seorang sopir bajaj yang mangkal di depan Gedung DPRD DKI mengatakan bahwa tarif bajaj tidak naik meski BBM Pertalite dan Solar naik. Sebab, bahan bakar bajajnya tidak menggunakan bensin, melainkan gas (BBG).
"Ya, kalau kita nggak ada kenaikan harga, soalnya kan nggak pakai BBM Pertalite," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (7/9).
Ia mengatakan bahwa dirinya tidak mematok harga tarif per perjalanan menggunakan bajaj. Dengan begitu, orang-orang dapat melakukan tawar-menawar untuk menemukan harga yang cocok.
"Kita nggak matok harga. Tawar-menawar aja ini. Kalau penumpang dan kita sama-sama mau ya bawa. Kalau nggak, ya udah batal," paparnya.
Lelaki yang sudah empat tahun berprofesi sebagai sopir bajaj itu mengemukakan bahwa full tangki pengisian bajaj itu dapat digunakan hingga 100 kilometer perjalanan. Itulah alasan salah satunya kenapa ia masih memilih bertahan menjadi sopir bajaj.
"Kalau pakai gas irit, walaupun susah nyewanya. Ini dari pagi sampai malam ngisi paling sekali doang cuma Rp 20 ribu," pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi dan subsidi, meliputi Pertalite, solar, dan Pertamax pada, Sabtu (3/9) dan mulai berlaku pukul 14.30 WIB. Kenaikan harga BBM tersebut diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam konferensi persnya disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube, Sekretariat Presiden pada Sabtu (3/9).
Arifin menyebut, harga Pertalite berubah menjadi Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 7.650 sementara untuk Solar menjadi Rp 6.800 dari sebelumnya Rp 5150. Sedangkan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.
"Hari ini tanggal 3 September 2022 pukul 13.30 pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM subsidi antara lain, Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, kemudian Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
