
Exif_JPEG_420
JawaPos.com - Halte bus Transjakarta Balai Kota, Jakarta Pusat selesai direvitalisasi dan sudah mulai kembali dioperasikan. Halte tersebut efektif melayani pelanggan mulai hari ini, Senin (22/8).
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Anang Rizkani Noor, mengatakan bahwa setelah direvitalisasi, halte Balai Kota hadir dengan kapasitas yang lebih besar serta dilengkapi dengan kapasitas yang bisa dimanfaatkan pelanggan seperti mesin gate, toilet, kamera pengintai atau CCTV, Passanger Information System (PIS), Wi-fi, dan musala.
“Selain keamanan, kenyamanan pelanggan juga merupakan fokus yang ingin kami berikan kepada seluruh pelanggan. Revitalisasi ini adalah salah satu upaya yang kami lakukan dan telah berjalan,” ujarnya di Jakarta, Senin (22/8).
Menurut Anang, Halte Balai Kota merupakan halte ketiga yang sudah dioperasikan kembali setelah Halte Kwitang dan Halte Balai Kota. Ketiga halte tersebut termasuk dalam sebelas halte yang direvitalisasi tahap pertama pada tahun ini.
"Rencananya untuk tahun ini, Transjakarta akan merevitalisasi sebanyak 46 halte secara bertahap," katanya.
“Kami akan terus melakukan upaya-upaya peningkatan lainnya. Terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan Transjakarta dalam menjalankan kegiatan sehari-hari,” pungkas Anang.
Untuk diketahui, Halte Balai Kota sendiri melayani beberapa rute, yakni Pulogadung – Harmoni (Koridor 2), Kampung Rambutan – Harmoni (7F), PIK – Balaikota (1A), Monas – PGC (5C), Pulogadung – Rawa Buaya (2A) dan ASMI 2 – Rawa Buaya (2D).
Sebelumnya, plafon halte bus Transjakarta Balai Kota ini roboh karena tidak sengaja diinjak pekerja bangunan. Selain itu, ada pohon besar yang menembus atap halte tersebut. DPRD meminta agar dilakukan penebangan pada pohon tersebut agar tidak menimbulkan resiko di kemudian hari.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga meminta pihak PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk menebang pohon yang ada di halte bus Transjakarta di depan Perpustakaan Nasional. Menurutnya keberadaan pohon tersebut akan menggangu operasional halte tersebut saat mulai digunakan.
"Kalau kira-kira pohon itu mengganggu halte, ya udah minta dinas kehutanan untuk itu dipotong," ujarnya saat rapat Komisi B, Senin (1/8) lalu.
Namun begitu, hingga hari ini pohon tersebut masih tumbuh di dalam halte dan diberi pagar serta diberi ruang untuk mengantisipasi tumbuhnya pohon tersebut.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
