
Jakarta International Stadium (JIS). Abdu Faisal/Antara
JawaPos.com–Manajer Proyek PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro Arry Wibowo mengatakan, Jakarta International Stadium (JIS) menerapkan zero run off. Yakni meresapkan air hujan ke tanah untuk dialirkan melalui saluran air Kota Jakarta Utara.
Mekanisme zero run off itu membuat air hujan tidak menggenangi area sekitar stadion yang berlokasi di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, tersebut.
’’Jadi ketika ada air hujan atau limpasan, itu tidak akan membanjiri kawasan sekitar melainkan akan diresapkan di kawasan Jakarta International Stadium dan juga dialirkan melalui saluran kota,’’ ujar Arry seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Minggu (12/9) malam.
Arry menambahkan, debit hujan sepanjang tahun dan lain-lain juga ikut diperhitungkan saat perencanaan pembangunan stadion tersebut. Selain itu, wastafel, keran tembok, maupun pancuran di ruang ganti pemain nantinya akan dilengkapi dengan fitur berhenti otomatis.
Setiap fitur diatur penggunaannya sesuai dengan standar umum. Misalnya, standar penggunaan shower mesti di bawah sembilan liter per menit.
’’Di JIS juga akan dibuatkan tangki penampungan air hujan dan penyulingannya. Sehingga air hujan bisa dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman dan rumput lapangan, termasuk flushing di toilet. Sehingga JIS mampu memenuhi salah satu parameter penilaian desain bangunan ramah lingkungan (green design recognition) yakni konservasi air (water conservation/ WAC),’’ tutur Arry Wibowo.
Jakarta International Stadium (JIS), lanjut dia, meraih predikat platinum dengan skor 91 untuk pengakuan green design recognition dari lembaga sertifikasi dari Dewan Lembaga Konsili Bangunan Hijau Indonesia (Green Building Council Indonesia/ GBCI).
GBCI merupakan anggota dari Lembaga Konsili Bangunan Hijau Dunia (World Green Building Council/WGBC) yang berpusat di Toronto, Kanada, beranggotakan 102 negara di seluruh dunia. Penilaian greenship level platinum pada green design recognition disandarkan kepada enam parameter pemeriksaan (verifikasi).
Yakni Appropriate Site Development (ASD), memperoleh poin sebesar 12, Energy Efficiency and Conservation (EEC) mendapatkan poin 24, Water Conservation (WAC) memperoleh poin 18, Material Resources and Cycle (MRC) meraih dua poin, Indoor Health and Comfort (IHC) mendapatkan empat poin, dan Building Environment Management (BEM) memperoleh tiga poin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
