Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Juli 2021 | 22.53 WIB

Survei: 44,5 Persen Penduduk DKI Jakarta Pernah Terpapar Virus Korona

LOCKDOWN MIKRO: Warga menorobos palang yang dipasang di Jalan Madrasah, Gandaria Selatan, Cilanda, Jakarta, Sabtu (26/6). (HENDRA EKA/JAWA POS) - Image

LOCKDOWN MIKRO: Warga menorobos palang yang dipasang di Jalan Madrasah, Gandaria Selatan, Cilanda, Jakarta, Sabtu (26/6). (HENDRA EKA/JAWA POS)

JawaPos.com - DKI Jakarta masih mencatatkan kasus Covid-19 harian tertinggi di Indonesia. Bahkan, pada Selasa (13/7), kasus Covid-19 di DKI Jakarta menyumbangkan rekor tertinggi yakni 12.182 kasus.

Terkait dengan Covid-19, dalam penelitian terbaru tentang Pravelensi Antibodi Positif SARS CoV-2, yang dilakukan FKM Universitas Indonesia (UI), mengungkapkan, hampir separuh warga DKI Jakarta pernah terpapar virus korona. Bahkan, dikatakan dalam penelitian yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Lembaga Eijkman, dan CDC Indonesia, jumlah perempuan lebih tinggi ketimbang pria.

"Separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi COVID-19 atau 44,5 persen, dengan jenis kelamin perempuan lebih tinggi," kata Epidemiolog FKM UI Pandu Riono dalam diskusi virtual yang digelar Persepi tentang 'Metode dan Hasil Penelitian Pravelensi Antibodi Positif SARS CoV-2 di DKI Jakarta yang dilakukan FKM UI'.

Baca Juga: Puskesmas 24 Jam di Surabaya Khusus untuk Penanganan Darurat Covid-19

Penetian sendiri menggunakan menggunakan metode survei sampling stratified multistage sampling design, dengan jumlah sampel 4.919. Atau 98,4 persen dari target sampel 5.000 penduduk usia 1 tahun atau lebih.

Diungkapkan Pandu, sampel tersebar di 100 kelurahan di enam wilayah administrasi DKI Jakarta pada 15 sampai 31 Maret 2021. Untuk mendeteksi sampel pernah terdampak atau tidak, tim FKM UI mendeteksi antibodi SARS CoV-2 menggunakan tes tetracore-luminex.

Hasilnya, jumlah sampel yang terpapar, yakni laki-laki sebanyak 41,0 persen dan perempuan 47,9 persen. Infeksi hampir merata di setiap kelompok umur penduduk, terbanyak pada umur 30-40 tahun.

"Tertinggi di Jakarta Pusat 53,7 persen, terendah di Kepulauan Seribu 39,3 persen," tuturnya.

Selain Jakarta Pusat, tertinggi kedua ditempati Jakarta Barat dengan 45,4 persen, lalu Jakarta Utara dengan 44,5 persen, Jakarta Selatan 44,4 persen, dan Jakarta Timur 40 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi), Prof dr Asep Saefudin, mengapresiasi survei yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Bahkan diharapkan survei-survei ilmiah sejenis bisa dilakukan di daerah-daerah lain selain Jakarta.

Mengenai perbedaan data antara data pemerintah dan hasil survei, menurut Asep Saefudin adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipertentangkan, justru harus saling mendukung. Karena data pemerintah diambil dari test yang dilakukan, tidak diacak untuk mewakili populasi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore