
LOCKDOWN MIKRO: Warga menorobos palang yang dipasang di Jalan Madrasah, Gandaria Selatan, Cilanda, Jakarta, Sabtu (26/6). (HENDRA EKA/JAWA POS)
JawaPos.com - DKI Jakarta masih mencatatkan kasus Covid-19 harian tertinggi di Indonesia. Bahkan, pada Selasa (13/7), kasus Covid-19 di DKI Jakarta menyumbangkan rekor tertinggi yakni 12.182 kasus.
Terkait dengan Covid-19, dalam penelitian terbaru tentang Pravelensi Antibodi Positif SARS CoV-2, yang dilakukan FKM Universitas Indonesia (UI), mengungkapkan, hampir separuh warga DKI Jakarta pernah terpapar virus korona. Bahkan, dikatakan dalam penelitian yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Lembaga Eijkman, dan CDC Indonesia, jumlah perempuan lebih tinggi ketimbang pria.
"Separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi COVID-19 atau 44,5 persen, dengan jenis kelamin perempuan lebih tinggi," kata Epidemiolog FKM UI Pandu Riono dalam diskusi virtual yang digelar Persepi tentang 'Metode dan Hasil Penelitian Pravelensi Antibodi Positif SARS CoV-2 di DKI Jakarta yang dilakukan FKM UI'.
Baca Juga: Puskesmas 24 Jam di Surabaya Khusus untuk Penanganan Darurat Covid-19
Penetian sendiri menggunakan menggunakan metode survei sampling stratified multistage sampling design, dengan jumlah sampel 4.919. Atau 98,4 persen dari target sampel 5.000 penduduk usia 1 tahun atau lebih.
Diungkapkan Pandu, sampel tersebar di 100 kelurahan di enam wilayah administrasi DKI Jakarta pada 15 sampai 31 Maret 2021. Untuk mendeteksi sampel pernah terdampak atau tidak, tim FKM UI mendeteksi antibodi SARS CoV-2 menggunakan tes tetracore-luminex.
Hasilnya, jumlah sampel yang terpapar, yakni laki-laki sebanyak 41,0 persen dan perempuan 47,9 persen. Infeksi hampir merata di setiap kelompok umur penduduk, terbanyak pada umur 30-40 tahun.
"Tertinggi di Jakarta Pusat 53,7 persen, terendah di Kepulauan Seribu 39,3 persen," tuturnya.
Selain Jakarta Pusat, tertinggi kedua ditempati Jakarta Barat dengan 45,4 persen, lalu Jakarta Utara dengan 44,5 persen, Jakarta Selatan 44,4 persen, dan Jakarta Timur 40 persen.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi), Prof dr Asep Saefudin, mengapresiasi survei yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Bahkan diharapkan survei-survei ilmiah sejenis bisa dilakukan di daerah-daerah lain selain Jakarta.
Mengenai perbedaan data antara data pemerintah dan hasil survei, menurut Asep Saefudin adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipertentangkan, justru harus saling mendukung. Karena data pemerintah diambil dari test yang dilakukan, tidak diacak untuk mewakili populasi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
