Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Desember 2020 | 03.22 WIB

Sekarang Mobil Jenazahnya Dicuci, Dua Hari Kemudian Ada Yang Mati

PUNYA CERITA ISTIMEWA: Resvaldhi Nur Evriyanto bersama mobil jenazah yang sempat menemani hari-harinya beberapa tahun lalu. (Sahrul Yunizar/Jawa Pos) - Image

PUNYA CERITA ISTIMEWA: Resvaldhi Nur Evriyanto bersama mobil jenazah yang sempat menemani hari-harinya beberapa tahun lalu. (Sahrul Yunizar/Jawa Pos)

Lima tahun Resvaldhi Nur Evriyanto bertugas mengantar jenazah dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, ke berbagai daerah di Indonesia. Banyak peristiwa yang tak bisa dinalar dialaminya. Bahkan, mobil tersebut punya kode jika akan ada orang yang meninggal dunia.

---

WALAU masih terbilang muda untuk ukuran pengantar jenazah, Valdhi, begitu pria 25 tahun itu disapa, punya mental baja. ”Saya orang yang senang bepergian, jalan-jalan. Antar jenazah ke sana-sini itu seperti jalan-jalan,” ungkapnya. Mobil jenazah bernomor polisi B 7148 IP tersebut merupakan pemberian dari salah satu perusahaan di sekitar tempat tinggalnya untuk warga setempat.

Kali pertama mendapat kepercayaan menjadi sopir mobil itu, Valdhi sudah dibuat tidak nyaman. Kabarnya, sopir yang dia gantikan merasa tak senang. ”Mungkin merasa dilangkahi atau tersaingi,” imbuhnya.

Dari banyak gangguan yang dia alami, yang terburuk adalah ketika setir mobil jenazahnya diakali. Klakson dibuat mati, baut setir sengaja dilepas. Beruntung, dia terhindar dari petaka lantaran sempat memeriksa setir mobil tersebut.

Pengantaran jenazah kadang lancar, tapi sering juga mengalami banyak keanehan. Awalnya, semua aman-aman saja. Begitu sampai di Sumatera, mobil mendadak berjalan sangat lambat. Tentu bukan karena rusak.

Sebab, mobil sudah dicek dan dipastikan baik-baik saja. Namun, gas dinjak sampai mentok pun tetap saja. Lajunya pelan. Seolah banyak beban. Padahal, yang dibawa hanya satu jenazah dan beberapa keluarga.

Keanehan berikutnya dia rasakan di sekujur badan. Valdhi yang biasa kuat bolak-balik lintas kota antarprovinsi mendadak kelelahan. Pundaknya berat, badannya panas. ”Di jalan ada bayangan putih yang wushhh tembus dari kaca depan ke mata saya sampai belakang (tempat jenazah, Red),” bebernya.

Semakin lama, beban dipundak kian berat. Sampai Valdhi tidak kuat dan minta digantikan menyopiri mobil sampai tujuan.

Di sana, dia baru mendapat jawaban. ”Seseorang minta saya langsung mandi. Beres mandi dipanggil, saya dikasih tahu ada yang menumpang,” tutur Valdhi.

Siapa yang menumpang? Makhluk-makhluk dari dunia lain. Jumlahnya, kata dia, sangat banyak. Walau tidak bisa melihat, Valdhi merasakan. Mobilnya berjalan sangat pelan. Ternyata, ada penumpang tambahan yang tidak dia ketahui dari mana asalnya.

Pengalaman lainnya, dia pernah merasa ditarik dari belakang saat mengantar jenazah ke daerah Jawa Tengah. Ada empat kali tarikan. ”Yang terakhir sampai kerah baju saya keangkat,” ujarnya. Padahal, antara kursi depan dan ruang di belakang disekat pembatas.

Lantas, siapa yang menarik-narik Valdhi? Dari gurunya, dia mendapat jawaban bahwa ada yang tidak suka terus dibicarakan selama perjalanan mengantar jenazah itu

Memang, selama perjalanan tersebut, tetangga yang ikut mengantar jenazah tidak henti-henti membicarakan keburukan almarhumah. Sudah diingatkan, tapi tetap tidak bisa diam. Kan nggak baik memang ngomongin kejelekan orang yang sudah meninggal,” imbuhnya.

Keanehan seperti itu sudah sering dialami. Dia jelas merasakannya walau belum pernah diberi kesempatan melihat fisik atau bertemu mata dengan makhluk-makhluk astral.

Yang juga aneh adalah ”kode” dari mobil jenazah tersebut. ”Setiap saya cuci, paling lama dua hari pasti antar jenazah,” katanya. Karena itu, warga sekitar tempat tinggal Valdhi kerap meminta supaya dia tidak mencuci mobil jenazah tersebut. Mereka ”takut” harus diangkut keesokan harinya. Pernah, Valdhi enggan mencuci mobil itu sampai berbulan-bulan karena kakeknya tengah sakit keras. Dia tidak siap kalau harus mengantar keluarga sendiri.

Namun, kode lain diberikan. Tengah malam mobil jenazah yang diparkir tidak jauh dari masjid meraung-raung. Sirenenya berbunyi. Padahal, remote sirene ada di dalam mobil yang saat itu kosong.

Paginya, pengumuman dari pengeras suara masjid mengagetkan Valdhi. Yang meninggal memang bukan kakeknya. Namun, dia sadar, mobil jenazah yang biasa dia bawa memberi tanda harus bertugas dengan meraung-raung tengah malam.

Baca Juga: Saya Ndak Mau Hidup Hanya untuk Menimbun Harta

Keanehan lain yang juga tak hanya dirasakan Valdhi adalah suara tangisan perempuan dari kursi belakang mobil jenazah. ”Ibu-ibu sering cerita dengar orang nangis,” ungkap Valdhi. Tengah malam, menjelang subuh, dan kadang kala setelah subuh.

Sekitar setahun suara misterius itu terdengar. Ternyata, berdasar penuturan rekan Valdhi yang punya keistimewaan melihat makhluk gaib, suara itu berasal dari sosok perempuan yang jenazahnya pernah diantar Valdhi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=i-2OX1OpdNM

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore