
Ilustrasi apartemen Kalibata City
JawaPos.com - Kasus pembunuhan dan mutilasi yang ramai diberitakan beberapa pekan terakhir membuat pihak pengelola memperketat akses Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Sebab, selama ini Apartemen Kalibata City sudah dicap negatif karena rentetan kasus kriminalitas.
General Manager Apartemen Kalibata City, Ishak Lopung mengungkapkan pasca kejadian beberapa pekan lalu, pihaknya semakin memperketat keluar masuk orang yang bukan penghuni apartemen. Selain untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para penghuni, pengetatan itu juga dilakukan agar tidak ada lagi kejadian yang berpotensi mencoreng nama baik Apartemen Kalibata City.
“Security akan lebih aktif menanyakan dan mengawasi dengan seksama. Kami juga akan black list, agen-agen properti yang kedapatan menyewakan harian,” tegas Ishak, Kamis (1/10).
Bukan hanya berdampak kepada pengelola, kasus mutilasi tersebut juga membuat warga Apartemen Kalibata City geram. Pasalnya, aksi pembunuhan dan mutilasi dilakukan di apartemen wilayah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Namun justru warga Apartemen Kalibata City yang terkena dampak negatifnya.
“Pelaku melakukan aksinya itu di Pasar Baru, dan menitipkan di salah satu unit Kalibata City. Rencananya pelaku mau mengubur di Depok tapi ketahuan polisi duluan. Hal itu juga sudah di rilis oleh Kepolisian, tapi pemberitaan yang muncul justru banyak negatif ke Kalibata City,” kata Syachrul, salah satu penghuni Tower Damar, Apartemen Kalibata City.
Syachrul mengatakan meskipun bukan kali ini saja tempat tinggalnya menjadi headline pemberitaan media massa, ia mengaku tetap nyaman dengan lingkungan Kalibata City. Menurutnya, publik hanya melihat ketika terjadi suatu kasus saja. Padahal kata dia, banyak sisi positif lain yang ada dilingkungannya itu.
Ia bersama keluarga mengaku merasa memiliki keluarga baru yang sangat solid sejak tinggal di Apartemen Kalibata City pada tahun 2011. Menurutnya rasa kekeluargaan antar penghuni ini sulit didapat apabila tinggal di apartemen lainnya. “Kalau di apartemen lain mungkin individulitasnya tinggi, tapi disini tidak,” ujarnya.
Salah satu buktinya, di Kalibata City ini banyak memiliki komunitas. Mulai dari komunitas religius, komunitas sosial, komunitas hewan peliharaan, hingga komunitas berdasarkan hobi seperti catur, tenis meja, futsal, renang, senam, dan lainnya.
Syachrul mengatakan, sudah 7 tahun berturut-turut sebelum pandemi Covid-19, warga apartemen Kalibata City memiliki beragam kegiatan di setiap komunitas-komunitas tersebut.
Hal serupa dikatakan Rudi, penghuni apartemen Kalibata City lainnya. Ia menambahkan rasa kepedulian antar penghuni juga tidak hanya antar penghuni apartemen saja, tetapi juga kepada lingkungan sekitar. Misalnya, pada saat Ramadhan, setiap buka puasa penghuni selalu mengadakan buka puasa bersama anak yatim dan memberikan sembako. Baik itu kepada warga sekitar, maupun kepada para penjaga keamanan, office boy, engineering dan lainnya.
“Begitu pun pada saat natalan. Jadi hubungan antar agama di Kalibata City ini terjalin dengan sangat baik. Acara Agustusan dan donor darah juga rutin kami lakukan,” ujarnya.
Oleh karenanya, para penghuni apartemen Kalibata City menyayangkan jika ada oknum atau pihak yang membuat citra Kalibata City menjadi negatif. “Di sini ada 18 tower yang didalamnya total ada 13.580 unit. Jika satu unit diisi oleh dua orang saja, berarti ada 26 ribu jiwa, dan itu banyak sekali. Satu kejadian oleh oknum bisa merusak citra seluruhnya. Padahal masih banyak hal-hal positif yang tidak terekspose,” tegasnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
