Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Oktober 2020 | 02.14 WIB

Tinjau Pelabuhan Marunda, Pansus KBN Temukan Fakta Baru

Kawasan pelabuhan Marunda, Jakarta Utara. (For JawaPos.com) - Image

Kawasan pelabuhan Marunda, Jakarta Utara. (For JawaPos.com)

JawaPos.com - Pansus Kawasan Berikat Nusantara (KBN) yang dibentuk DPRD DKI Jakarta menemukan fakta baru di pelabuhan Marunda. Fakta tersebut ditemukan setelah anggota Pansus DPRD DKI meninjau lokasi pelabuhan.

Ketua Pansus KBN DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga menuturkan, selama ini yang menjadi pemicu polemik adalah batas pelabuhan yang sedang dibangun PT Karya Citra Nusantara (KCN). Persoalan itu diketahui dari gambar dan foto saja. Lantas dilakukanlah peninjauan untuk mendapatkan data-data baru yang dibutuhkan.

"Hari ini kami langsung melihat lokasi untuk mengumpulkan semua data-data yang akan kita dalami lagi," kata Pandapotan Sinaga di lokasi pembangunan Pelabuhan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (20/10).

Selama ini terjadi polemik pembangunan Pelabuhan Marunda yang dibangun PT KCN dengan lahan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

Untuk menyelesaikan masalah itu, DPRD DKI menghimpun informasi pada pihak-pihak terkait. "Setelah peninjauan ditemukan adanya kanal antara batas KBN dan reklamasi yang ternyata tidak lengkap, hanya sepotong. Terus pembangunan masih berjalan terus. Minggu depan kita panggil lagi semua pihak, dari PT KTU, PT KBN, dan PT KCN untuk menjelaskan," ungkap Pandapotan Sinaga.

Dia berharap Pansus DPRD DKI dapat menyelesaikan polemik KBN yang berlangsung sejak 2015 secepatnya.

"Harapannya kita ingin memberikan win-win solution yang terbaik supaya tidak ada yang dirugikan. Artinya pihak swasta tidak terganggu. Dia punya investasi, pihak KBN tidak terganggu sebagai BUMN. Begitu pun Pemprov juga tidak merasa teraniaya dengan perlakuan sepihak yang katanya berkali-kali surat yang dikeluarkan tidak ditaati," tuturnya.

Di lokasi yang sama, Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi mengatakan telah menjelaskan secara detail bahwa tidak ada tumpang tindih antara lahan Pelabuhan dengan lahan milik KBN.

"Kita beritahu batas Laut Jawa, Sungai Blencong, Cakung Drain, dan sisi selatan C01 bahwa ini dua hal yamg berbeda. Kita bangun sisi perairan yang memang untuk pelabuhan, seperti awal tender. Kita tunjukkan progresnya. Tidak ada tumpang tindih dengan sisi daratnya KBN. Semua jelas karena kita tidak nempel dengan bibir pantai, ada jarak," ucapnya.

Widodo mengaku terus melakukan pembangunan Pelabuhan Marunda pier 2 dan tiga sehingga bisa seesai sesuai target awal yakni tahun 2024.

Baca juga:


"Pier 2 tetap dilanjutkan pembangunannya, karena kita punya komitmen untuk menunjukkan bahwa proyek ini harus selesai. Target kami tiga sampai empat tahun lagi seluruhnya selesai karena ini pembangunan yang berkelanjutan, bersimultan," tandasnya.

Diketahui saat ini Dermaga Pelabuhan Marunda pier 1 sudah selesai 100 persen, sementara pier 2 baru mencapai tahap 35 persen, dan pier 3 proses pembangunannya belum dilakukan.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=XQjfoK6CW4M&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore