Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 November 2019 | 06.10 WIB

Berkurang 4 Ribu, Begini Modus Satpol PP Bobol Bank DKI Rp 32 Miliar

Ilustrasi. Mesin ATM dirusak dua pemuda - Image

Ilustrasi. Mesin ATM dirusak dua pemuda

JawaPos.com - Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap modus pembobolan Bank DKI berawal dari penarikan uang di mesin ATM Bersama. Pelaku mengambil uang tapi saldo rekening pelaku hanya berkurang Rp 4.000. Kemudian, pelaku mengeksploitasi kebocoran tersebut dengan terus menarik uang hingga diduga mencapai Rp 32 miliar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pelaku juga menyebarkan informasi tersebut ke rekan-rekannya. "Modus operadinya adalah mengambil uang di ATM Bersama sesuai dengan apa yang diinginkan. Kemudian yang terpotong dalam rekeningnya itu Rp 4.000," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (27/11).

Menurut Yusri pelaku terus dilakukan oleh para pelaku sejak April hingga Oktober 2019. "Dia (pelaku) mengambil terus, sampai memberi tahu ke teman-temannya," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengatakan awal pembobolan Bank DKI berawal dari ketidaksengajaan. "Awalnya tidak sengaja, sebagai orang yang berpendidikan harusnya mengetahui ini salah. Kalau mengambil uang di ATM kan harusnya berkurang, kalau tidak berkurang seharusnya lapor, tetapi dia tidak dan mengambil terus," kata Iwan.

Salah satu pelaku bahkan membuat rekening Bank DKI atas nama rekannya, yang kemudian juga digunakan untuk membobol rekening Bank DKI. "Kemudian ada upaya membuat ATM lain, suruh beberapa temannya buat ATM, dikasih uang, terus ATM-nya dipinjam, terus ambil di ATM itu. Jadi 'mens rea'-nya (niat jahat) di situ," ujarnya.

Klarifikasi

Vice President Corporate Secretary PT Artajasa Pembayaran Elektronis, Zul Irfan mengklarifikasi beredarnya di banyak media berita mengenai pencurian uang melalui ATM Bersama.

"Kami telah melakukan penelusuran mengenai transaksi yang terjadi di jaringan ATM Bersama, khususnya untuk transaksi dari Bank yang disebutkan dalam berita tersebut. Dari hasil penelusuran kami, masalah pencurian uang melalui ATM yang diberitakan tersebut tidak dilakukan dalam jaringan ATM Bersama," tutur Zul lewat keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (28/11).

Menurutnya, proses pencurian uang ditenggarai dilakukan dengan memanfaatkan ATM Bank yang berbeda dengan Bank dimana oknum itu memiliki rekening. Namun dipastikan bahwa transaksi tersebut tidak terjadi dalam jaringan ATM Bersama.

"Transaksi yang dilakukan dalam jaringan ATM Bersama telah melalui uji transaksi untuk memastikan kelancaran alur transaksi dan dilengkapi dengan proteksi keamanan yang memadai dan berlapis, serta telah melalui tahapan sertifikasi ISO 27001 yaitu sertifikasi standard keamanan yang diakui secara internasional," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore