Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 November 2019 | 03.15 WIB

Merasa Trauma, Seorang Tunanetra Terperosok di Stasiun Cikini

Penyandang disabilitas bertemu dengan PT KCI. (Istimewa) - Image

Penyandang disabilitas bertemu dengan PT KCI. (Istimewa)

JawaPos.com - Fazlur Rahman, seorang tunanetra yang pernah terperosok di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Dia pun mengaku trauma menggunakan kereta sebagai sarana transportasi di ibu kota.

Mahasiswa pascasarjana UHAMKA itu mengatakan dia terjatuh di antara celah peron Stasiun Cikini. "Saya sekarang takut buat naik kereta, walaupun ada pendamping seperti sekarang saya tetap takut," kata Fazlur saat melakukan aksinya di depan Kementerian Perhubungan RI, Rabu (27/11).

Dia menuturkan saat di Stasiun Cikini tidak mendapatkan pendampingan kesehatan baik fisik maupun psikologi dari pihak Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator KRL. "Tidak ada penawaran memberikan layanan kesehatan dan semua orang yang mengalami kejadian jatuh, saya takut tapi berusaha menetralkan diri saya," kata Fazlur.

Meski begitu, pria yang akrab dipanggil Alun itu mengatakan, pihak KCI akhirnya menemui dirinya dan meminta maaf seminggu setelah ia terperosok di celah peron Stasiun Cikini.

"Saya terima permintaan maaf mereka, tapi kalau dari regulasi ya tentu saya tidak akan diam. Saya membawa nama penyandang disabilitas di seluruh Indonesia dan akan menuntut KCI karena tidak punya sensitivitas menyediakan layanan bagi para penyandang disabilitas," kata Alun.

Meminta Maaf

PT Kereta Commuter Indonesia telah menyampaikan permohonan maaf kepada tuna netra pengguna KRL Commuter Line yang sempat terjatuh saat hendak naik kereta di Stasiun Cikini pada 17 November 2019. Permintaan maaf disampaikan hari ini (25/11) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan pertemuan ini dapat terlaksana setelah KCI berinisiatif menghubungi pengguna tersebut sejak 18 November 2019. Pertemuan terlaksana pada 25 November sesuai permintaan yang bersangkutan, karena pengguna bernama Fazlur Rahman tersebut sejak kejadian berada di luar kota.

Dalam pertemuan ini perwakilan dari KCI menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas peristiwa yang terjadi pada Bapak Fazlur Rahman. PT KCI juga menjelaskan sejumlah kebijakan yang telah dilakukan terkait layanan kepada pengguna dengan disabilitas.

"Kebijakan ini dalam bentuk peningkatan aksesibilitas antara lain guiding block di stasiun, ketersediaan eskalator dan lift di sejumlah stasiun, ketersediaan ramp portabel, kursi roda, berbagai bentuk informasi di stasiun maupun KRL, serta peningkatan kapabilitas petugas dalam melayani disabilitas. Berbagai kebijakan ini merupakan buah dari kerja sama KCI, PT Kereta Api Indonesia, dan Kementerian Perhubungan dalam upaya bertahap meningkatkan aksesibilitas kereta sebagai angkutan publik," pungkasnya.

PT KCI juga berusaha meningkatkan pelayanan kepada pengguna dengan disabilitas. Melalui pertemuan dengan Bapak Fazlur Rahman ini KCI juga telah menerima masukan untuk perbaikan layanan. Dalam waktu dekat, KCI juga berencana menambah fitur pada aplikasi KRL Access agar pengguna dengan disabilitas dapat mengonfirmasikan kepada KCI rencana perjalanannya sehingga petugas dapat lebih optimal membantu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore