
Penyandang disabilitas bertemu dengan PT KCI. (Istimewa)
JawaPos.com - Fazlur Rahman, seorang tunanetra yang pernah terperosok di Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Dia pun mengaku trauma menggunakan kereta sebagai sarana transportasi di ibu kota.
Mahasiswa pascasarjana UHAMKA itu mengatakan dia terjatuh di antara celah peron Stasiun Cikini. "Saya sekarang takut buat naik kereta, walaupun ada pendamping seperti sekarang saya tetap takut," kata Fazlur saat melakukan aksinya di depan Kementerian Perhubungan RI, Rabu (27/11).
Dia menuturkan saat di Stasiun Cikini tidak mendapatkan pendampingan kesehatan baik fisik maupun psikologi dari pihak Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku operator KRL. "Tidak ada penawaran memberikan layanan kesehatan dan semua orang yang mengalami kejadian jatuh, saya takut tapi berusaha menetralkan diri saya," kata Fazlur.
Meski begitu, pria yang akrab dipanggil Alun itu mengatakan, pihak KCI akhirnya menemui dirinya dan meminta maaf seminggu setelah ia terperosok di celah peron Stasiun Cikini.
"Saya terima permintaan maaf mereka, tapi kalau dari regulasi ya tentu saya tidak akan diam. Saya membawa nama penyandang disabilitas di seluruh Indonesia dan akan menuntut KCI karena tidak punya sensitivitas menyediakan layanan bagi para penyandang disabilitas," kata Alun.
Meminta Maaf
PT Kereta Commuter Indonesia telah menyampaikan permohonan maaf kepada tuna netra pengguna KRL Commuter Line yang sempat terjatuh saat hendak naik kereta di Stasiun Cikini pada 17 November 2019. Permintaan maaf disampaikan hari ini (25/11) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat.
VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan pertemuan ini dapat terlaksana setelah KCI berinisiatif menghubungi pengguna tersebut sejak 18 November 2019. Pertemuan terlaksana pada 25 November sesuai permintaan yang bersangkutan, karena pengguna bernama Fazlur Rahman tersebut sejak kejadian berada di luar kota.
Dalam pertemuan ini perwakilan dari KCI menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas peristiwa yang terjadi pada Bapak Fazlur Rahman. PT KCI juga menjelaskan sejumlah kebijakan yang telah dilakukan terkait layanan kepada pengguna dengan disabilitas.
"Kebijakan ini dalam bentuk peningkatan aksesibilitas antara lain guiding block di stasiun, ketersediaan eskalator dan lift di sejumlah stasiun, ketersediaan ramp portabel, kursi roda, berbagai bentuk informasi di stasiun maupun KRL, serta peningkatan kapabilitas petugas dalam melayani disabilitas. Berbagai kebijakan ini merupakan buah dari kerja sama KCI, PT Kereta Api Indonesia, dan Kementerian Perhubungan dalam upaya bertahap meningkatkan aksesibilitas kereta sebagai angkutan publik," pungkasnya.
PT KCI juga berusaha meningkatkan pelayanan kepada pengguna dengan disabilitas. Melalui pertemuan dengan Bapak Fazlur Rahman ini KCI juga telah menerima masukan untuk perbaikan layanan. Dalam waktu dekat, KCI juga berencana menambah fitur pada aplikasi KRL Access agar pengguna dengan disabilitas dapat mengonfirmasikan kepada KCI rencana perjalanannya sehingga petugas dapat lebih optimal membantu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
