
Massa dari Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu (GMJB) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (22/6/2020). Mereka mendesak pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membuat regulasi potongan b
JawaPos.com - Peserta demonstrasi dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) telah tiba di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyampaikan aspirasinya. Para mahasiswa tiba di pintu masuk DPR/MPR RI untuk mengatur masa.
Orator demo juga menginstruksikan pada para pasukannya agar tetap memberikan jalan bagi pengendara yang lewat jalan Gatot Soebroto Jakarta Selatan. Saat ini lingkungan depan gedung DPR telah dipadati oleh para mahasiswa
Salah satu perwakilan dari mahasiwa salah satu Universitas di Kalimantan Timur, Alfin menyampaikan penolakannya terhadap pemindahan Ibu Kota Negara Nusantara di daerahnya.
“Saya Alfin dari Universitas mewakili mahasiswa Kalimantan timur yang nantinya akan dijadikan Ibu Kota negara baru. Sangat menolak tegas pada pemindahan IKN ini,” ujarnya di depan gedung DPR RI Jakarta, Senin (11/4).
Menurutnya, pemerintah dalam hal ini anggota DPR yang dipilih oleh rakyat seharusnya berpihak pada kepentingan rakyat. Jika ada kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat maka harus melawan dengan tegas
“Hari ini kita ada disini karena kita peduli, kita cinta pada negara kita. Kita hadir disini untuk membawa dan menagih tuntutan kita pada DPR. Salah satunya isu BBM,” tuturnya.
Presiden Mahasiwa Universitas Hasanuddin Makasar menyampaikan tuntutannya pada pemerintah untuk menepati janjinya dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia.
“Hari ini kita akan meminta janji mereka mereka berani berhutang, menebar janji tapi tidak berani menemui mahasiswa,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam aksi di DPR RI, BEM SI akan mengusung tagar #RakyatBangkitMelawan dengan 4 tuntutan. Diantaranya, mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret hingga 11 April 2022.
Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau massa jabatan 3 periode. Serta mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan Mahasiswa kepada Presiden yang hingga saat ini belum terjawab.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022