
Sejumlah pramudi atau pengemudi Transjakarta melintas di sekitar Bundaran HI, Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pernah merasa panik karena HP atau tas tertinggal di bus Transjakarta? Tenang, Anda tidak sendirian. Sepanjang tahun 2025, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mencatat ada sebanyak 6.793 barang tertinggal di berbagai rute dan halte.
Kabar baiknya, Transjakarta kini semakin memperketat sistem Lost and Found. Dari ribuan barang tersebut, sebanyak 1.802 barang telah sukses kembali ke tangan pemiliknya melalui proses verifikasi yang transparan dan aman.
Berdasarkan data operasional terbaru, kehilangan barang paling sering terjadi di area dengan mobilisasi tinggi. Koridor 1 (Blok M – Kota) dan Halte Integrasi CSW menjadi dua titik dengan intensitas temuan barang tertinggi.
Hal ini wajar mengingat kedua lokasi tersebut merupakan pusat pertemuan ribuan penumpang setiap harinya. Oleh karena itu, pelanggan diminta ekstra waspada saat transit di titik-titik sibuk ini.
Sistem pengelolaan barang hilang di Transjakarta kini sudah bertransformasi menjadi lebih sistematis dan berbasis digital. Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta Tjahyadi mengatakan, langkah ini adalah bagian dari tanggung jawab perusahaan.
"Pengelolaan barang tertinggal dilakukan secara sistematis, digital, dan berbasis prosedur yang jelas. Hal ini merupakan manifestasi dari nilai akuntabilitas Transjakarta. Kami ingin memastikan bahwa setiap barang milik pelanggan dikelola dengan standar integritas tinggi, memberikan kepastian serta perlindungan bagi masyarakat yang menggunakan jasa kami," ujar Tjahyadi, Rabu (14/1).
Batas Waktu Pengambilan Barang: 90 Hari
Penting bagi pelanggan untuk segera mengurus barang yang hilang. Transjakarta memberlakukan aturan masa simpan selama 90 hari kerja.
Jika lewat dari batas waktu tersebut, barang akan diproses lebih lanjut sesuai SOP yang berlaku. Barang-barang tersebut bisa dimusnahkan atau dihibahkan untuk kepentingan sosial. Langkah hibah ini merupakan bagian dari pilar Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan agar barang layak pakai tetap bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Cara Lapor Jika Kehilangan Barang di Transjakarta
Jika Anda menyadari ada barang yang tertinggal, jangan menunda untuk bertindak. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan:
1. Segera lapor kepada petugas di lapangan atau halte terdekat.
2. Hubungi kanal resmi Customer Care Transjakarta untuk pengecekan data.
3. Siapkan bukti atau ciri-ciri barang yang kuat untuk proses verifikasi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
