
Whoosh melintas saat hujan deras. (istimewa)
JawaPos.com - Warga Jakarta diminta ekstra waspada dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait potensi hujan lebat yang disertai angin kencang yang menghantui ibu kota.
Pasalnya, masih ada pergerakan atmosfer yang cukup masif yang sedang terjadi di atas langit Pulau Jawa.
Mengapa Cuaca Jakarta Begitu Ekstrem?
Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ida Pramuwardani menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia. Fenomena ini membawa massa udara basah dalam jumlah besar menuju wilayah Indonesia.
"Hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Jakarta akhir-akhir ini dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang meningkatkan suplai massa udara basah, disertai peningkatan kecepatan angin dari wilayah Laut Cina Selatan yang bergerak ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa," ujar Ida, Selasa (13/1).
Tak hanya itu, adanya daerah tekanan rendah di timur Australia juga ikut memperparah keadaan. Hal ini menciptakan sirkulasi angin siklonik yang memicu perlambatan massa udara, sehingga awan hujan berkumpul lebih pekat di atas Jakarta, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Wilayah Jakarta yang Paling Rawan
Meski hampir seluruh wilayah Jakarta terdampak, BMKG mencatat ada beberapa titik yang memiliki potensi hujan jauh lebih intens dibandingkan wilayah lainnya.
Berdasarkan prediksi sepekan ke depan, sebagian besar Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Namun, Ida memberikan catatan khusus untuk wilayah Jakarta selatan dan Jakarta Timur.
"Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur," tambahnya.
Langkah Antisipasi dan Peringatan Dini
Mengingat ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan pohon tumbang yang mengintai, BMKG meminta masyarakat untuk tidak lengah dan rutin mengecek prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.
"BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, terutama pada musim hujan, yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," tegas Ida.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
