
Potret TKP kematian satu keluraga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Istimewa)
JawaPos.com - Misteri tewasnya tiga orang di sebuah rumah kontrakan di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut), mulai menemui titik terang. Pihak kepolisian saat ini tengah bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kematian para korban.
Ketiga korban yang meninggal dunia ialah seorang anak laki-laki berinisial AAB, 13, dan dua perempuan berinisial SS, 50, dan AAL, 27. Sementara satu orang lainnya, pria berinisial ASJ, 22, berhasil selamat dan kini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Koja.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar menuturkan, kondisi kesehatan korban selamat telah berangsur membaik. Pihaknya pun telah meminta keterangan terhadap korban.
Meski keterangan yang diberikan kepada penyidik masih bersifat terbatas karena proses pemulihan.
"Kondisinya kami mendapatkan info sudah berangsur membaik dan tentunya yang bersangkutan nantinya akan kita lakukan pemeriksaan. Sudah diminta keterangan secara terbatas, ya artinya masih terbatas. Kedepan masih akan kita lakukan," ujarnya di Polres Jakarta Utara, Senin (5/1).
Selain itu, penyidik telah memeriksa sepuluh orang saksi untuk dimintai keterangan. Fokus pemeriksaan tertuju pada orang-orang terdekat korban dan warga sekitar yang berada di lokasi kejadian (TKP).
"Hingga saat ini ada 10 saksi yang sudah kita periksa dan masih berlangsung atau masih menambah lagi ada saksi-saksi lainnya. 10 saksi yaitu para tetangga yang ada di sekitar lokasi TKP dan juga kerabat atau rekanan daripada korban," terang Onkoseno.
Menguji Sampel Makanan dan Minuman di TKP
Dugaan adanya zat berbahaya atau racun dalam tubuh korban kini sedang didalami melalui uji laboratorium. Penyidik memfokuskan pemeriksaan pada sisa konsumsi yang ditemukan di dalam kontrakan tersebut.
"Bukan temuan baru, tapi ini akan lebih berfokus pada makanan dan minuman yang ada di situ. Minuman berarti artinya dalam hal ini adalah zat cair. Karena yang kita bandingkan adalah dari yang makanan dan minuman yang ada maupun yang sudah masuk ke dalam tubuh korban," imbuhnya.
Terkait isu penggunaan zat mematikan seperti sianida, pihak kepolisian belum memberikan kepastian dan masih menunggu hasil resmi dari tim ahli laboratorium.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
