
Ilustrasi narkoba. Antara
JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta melaporkan lonjakan tajam kasus penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2025.
Kabar yang paling menyesakkan ialah jumlah anak-anak yang terpapar barang haram ini meningkat drastis.
Berdasarkan data terbaru, jumlah anak yang masuk pusat rehabilitasi meroket dari 236 anak pada tahun 2024 menjadi 322 anak pada 2025. Fenomena ini menjadi sinyal merah bagi masa depan generasi muda di ibu kota.
Secara keseluruhan, tren penggunaan narkoba di Jakarta memang tengah meningkat. Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Awang Joko Rumitro menuturkan, total klien rehabilitasi pada 2025 mencapai 8.865 orang.
Angka ini melompat jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 6.718 orang.
"Terjadi kenaikan sebanyak 2.147 klien, dan ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Awang saat konferensi pers di Kantor BNNP DKI Jakarta, Cideng, Senin (29/12).
Dari total 322 anak yang terpapar, mayoritas berada di usia produktif sekolah. Tercatat ada 53 anak berusia 13-15 tahun, sementara 269 anak lainnya berada di rentang usia 16-18 tahun.
Mirisnya, temuan di lapangan melalui tes urine sekolah mengungkap fakta yang lebih mengejutkan. Sebanyak 156 siswa dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis metamfetamin (MET) dan amfetamin (AMP).
Menurut Awang, ada pola perilaku awal yang sering ditemukan pada para pelajar ini sebelum terjerumus narkoba, seperti kebiasaan merokok, menggunakan vape, hingga mengonsumsi alkohol.
Mengapa anak-anak Jakarta begitu mudah terjerat? Riset dari Universitas Indonesia (UI) menunjukkan bahwa faktor kesejahteraan dan lingkungan tinggal menjadi pemicu utama.
Banyak anak yang terpapar itu tinggal di sekitar wilayah yang disinyalir sebagai "kampung narkoba". Awang menegaskan bahwa pengawasan orang tua adalah benteng terakhir yang paling krusial.
"Sebagian anak juga terpapar narkotika karena lingkungan tempat tinggalnya berdekatan dengan kampung narkoba. Mereka kerap diajak oleh orang-orang yang lebih tua di sekitarnya," kata Awang.
Ia pun mengakui bahwa kondisi ini adalah ancaman bagi regenerasi kepemimpinan bangsa di masa depan.
"Data ini harusnya menjadi peringatan bagi semua pihak agar ke depannya bisa berkurang. Karena anak ini adalah masa depan bangsa yang akan melanjutkan tongkat perjuangan," tegasnya.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
