
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita atas meninggalnya pengemudi yang tertimpa pohon tumbang. (Masria Pane/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat suara terkait laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyebut jumlah penduduk Jakarta mencapai 42 juta jiwa dan menjadikannya kota terpadat di dunia.
Menurutnya, angka itu tidak mencerminkan jumlah penduduk yang benar-benar tinggal di ibu kota. Melainkan, hasil perhitungan aktivitas harian warga dari kawasan penyangga.
''Kalau disampaikan Jakarta kota terpadat, itu salah. Karena kepadatan Jakarta berada di urutan nomor 30, sebenarnya,'' ujar Pramono.
Sementara untuk angka 42 juta jiwa yang dicatat PBB itu, disebutkannya berasal dari perhitungan populasi aglomerasi Jabodetabek ketika aktivitas warga sedang tinggi. Warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang hilir mudik setiap hari turut masuk dalam hitungan.
''Tetapi memang kemarin karena aglomerasi itu dianggap Jakarta, penduduknya menjadi 42 juta, mengalahkan Bangladesh, New Delhi, Tokyo, dan sebagainya,''katanya.
Meski begitu, Pramono menilai laporan tersebut tetap penting sebagai bahan evaluasi. Data itu, menurutnya, menjadi dorongan bagi Pemprov DKI untuk terus membenahi layanan publik dan infrastruktur.
''Itu referensi agar kita semakin giat memperbaiki Jakarta,'' ucapnya.
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan, secara resmi, jumlah penduduk Jakarta berdasarkan survei berada di kisaran 11 juta jiwa. Namun, pada pagi hari sedikitnya 3,5 juta orang masuk ke Jakarta untuk bekerja dan jumlah yang sama kembali keluar pada sore hingga malam hari.
''Inilah yang kemudian menjadi beban kita untuk mengatur transportasi,' kata politisi PDI Perjuangan tersebut.
Melihat angka yang cukup besar itu, Pramono menyoroti pentingnya mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan angkutan umum. Terlebih, saat ini, konektivitas jaringan transportasi Jakarta sudah mencapai 92 persen, namun tingkat pengguna aktif baru 22 persen.
''Maka saya bilang sama kepala Dinas Perhubungan DKI, kita harus membuat bagaimana caranya orang mulai menggunakan transportasi umum,'' imbuhnya. Oleh karena itu, DKI mengeluarkan beberapa kebijakan baru untuk mewujudkannya. Mulai dari mewajibkan ASN Pemprov DKI naik angkutan umum setiap Rabu hingga memperluas layanan Transjabodetabek.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
