Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dirinya tak akan lagi terlibat dalam dunia politik setelah masa jabatannya memimpin Jakarta berakhir pada tahun 2030.
Ia memastikan hanya ingin menjabat satu periode sebagai Gubernur sebelum benar-benar menutup perjalanan panjangnya di pemerintahan.
"Saya targetnya ingin jadi gubernur satu periode. Saya memutuskan, benar satu periode dan berhenti. Saya sudah jadi pejabat terlalu lama banget, 25 tahun enggak pernah putus. Tambah 5 tahun jadi gubernur sudah 30 tahun. Sudah, lah," ujar Pramono di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Oktober.
Pramono mengaku keputusannya untuk pensiun diambil karena ia merasa sudah cukup menjalani perjalanan panjang di dunia birokrasi dan politik.
Kariernya dimulai sejak usia muda, saat dipercaya menjadi Sekretaris Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri.
"Ketika umur 35 tahun, saya sudah menjadi sekretaris wakil Presiden Megawati pada waktu itu. Pada waktu itu boleh menjadi anggota DPR RI. Jadi saya rangkap jabatan, anggota DPR RI dan sekaligus sekretaris Presiden Megawati, sampai dengan tahun 2004," jelas Pramono.
Setelah masa itu, Pramono kembali dipercaya memegang jabatan strategis di pemerintahan. Ia menjadi Sekretaris Kabinet selama dua periode di era Presiden Joko Widodo.
"Kemudian dua periode menjadi sekretaris kabinet. Jadi, sekretaris kabinet itu pada eranya Presiden Jokowi, itu menjadi ketua kelasnya kabinet karena yang mengorkestrasi. Baru kemudian terakhir saya menjadi gubernur," ungkapnya.
Selain di eksekutif, Pramono juga dikenal sebagai politikus senior PDIP yang pernah terpilih menjadi Anggota DPR RI sebanyak empat kali, sejak 1999 hingga 2015.
Namun, ia hanya menjalani dua periode aktif karena kemudian ditarik ke jajaran eksekutif sebagai Sekretaris Presiden dan Sekretaris Kabinet.
"Saya secara jujur harus mengatakan, sebenarnya saya sudah selesai dengan diri saya sendiri. Menjabat 25 tahun tanpa henti, dari umur 36 sudah dikawal, enggak pernah berhenti, pernah menjadi pimpinan DPR" imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
