Para prajurit TNI dalam gladi bersih peringatan HUT ke-80 TNI di Monas, Jakpus, pada Jumat (3/10). Peringatan HUT TNI tahun ini dilaksanakan lusa (5/10). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com-Puncak peringatan HUT TNI ke-80 di kawasan Monas, Minggu (5/10), diprediksi bakal menyedot perhatian publik. Dampaknya, jumlah pengguna Commuter Line (KRL) Jabodetabek diperkirakan akan melonjak tajam.
KAI Commuter pun telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar pelayanan tetap lancar, terutama di stasiun-stasiun sekitar Monas yang diperkirakan menjadi titik padat.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, peningkatan volume penumpang diperkirakan mencapai 33 persen dibanding akhir pekan biasa. Lonjakan terbesar akan terjadi di stasiun sekitar lokasi perayaan dan stasiun transit utama.
"Kami perkirakan akan ada sekitar 942 ribu orang akan menggunakan Commuter Line pada peringatan HUT TNI besok," jelas Leza dalam keterangannya, Sabtu (4/10).
"Ini juga tak lepas dari keberadaan beberapa stasiun Commuter Line yang memang berada di dekat lokasi perayaan," sambungnya.
Menurut Leza, dua stasiun yang berpotensi padat adalah Stasiun Juanda dan Stasiun Gondangdia. Untuk menghindari penumpukan, masyarakat disarankan memanfaatkan stasiun alternatif, seperti:
Dengan begitu, arus penumpang bisa lebih tersebar dan perjalanan tetap nyaman. Untuk mendukung mobilitas masyarakat, KAI Commuter akan menjalankan jadwal operasi seperti hari kerja.
Total, ada 1.063 perjalanan Commuter Line yang dioperasikan di wilayah Jabodetabek sepanjang hari peringatan HUT TNI.
"Sedangkan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna, secara total KAI Commuter akan menyiagakan lebih dari 190 petugas posko, 269 personel pengamanan, dan lebih dari 350 petugas layanan di seluruh area stasiun. KAI Commuter juga menyiagakan dua mobil ambulans dan 29 tenaga medis untuk layanan kesehatan," tambah Leza.
Leza juga mengingatkan pengguna agar tetap mematuhi arahan petugas dan menjaga keselamatan. Jika kondisi stasiun padat, akan diberlakukan sistem buka-tutup antrean di peron.
"Bagi pengguna Commuter Line yang membawa anak, juga kami imbau untuk memastikan anak-anak selalu dalam pengawasan selama perjalanan maupun saat berada di stasiun. Pastikan terdapat saldo minimal Rp5.000 di KMT atau kartu uang elektronik lainnya untuk transaksi pembayaran tiket Commuter Line," jelasnya.
Selain itu, penumpang diimbau untuk memberi prioritas bagi pengguna yang keluar sebelum masuk ke dalam rangkaian, serta tidak berdiri di garis aman peron. "Untuk keselamatan, berdirilah di belakang garis aman saat menunggu di area peron," imbuh Leza. (*)

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
