
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga pada acara Abdi Nagri Ngangjang Ka Warga Edisi 15 di Lapangan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM tidak akan mundur sejengkal pun untuk tetap menerapkan pemberhentian sementara aktivitas pertambangan di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang.
Pemberhentian sementara aktivitas perusahaan-perusahaan tambang akan dilakukan sampai dengan para pengusaha menyatakan komitmen mereka untuk patuh dan taat pada aturan yang telah ditetapkan, dengan mengacu pada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tertanggal 19 September 2025.
Merespons aksi demonstrasi yang digelar para sopir truk tambang di daerah Cigudeg beberapa hari lalu, Dedi Mulyadi memberikan sentilan seolah ditujukan kepada para pengusaha tambang dengan menggunakan pola lama yaitu membenturkan rakyat dengan rakyat.
"Biasa, giliran ada kebijakan gubernur yang mengembalikan kembali ketenangan hidup warga agar menikmati hidup dengan baik terbebas dari debu, terbebas dari kebisingan, terhindar dari berbagai kecelakaan yang ditimbulkan karena angkutan yang besar. Yang maju paling depan adalah rakyat yang paling bawah berhadapan dengan rakyat yang paling bawah," kata Dedi Mulyadi.
Pria yang kerap disapa KDM menegaskan bahwa dirinya selaku Gubernur Jawa Barat tidak akan membiarkan terjadi benturan sosial antara rakyat kecil dengan rakyat kecil akibat tambang di Parung Panjang.
"Untuk itu, tak mesti saling berhadapan. Gubernur bertanggung jawab atas berbagai kebijakan. Karena saya meyakini kebijakan itu bukan untuk satu kepentingan, tapi untuk semua kepentingan. Setiap kebijakan pasti tidak menyenangkan semua pihak, pasti ada yang merasa kecewa. Dan saya harus memilih diantara itu," tegasnya.
Dedi Mulyadi memahami kegelisahan para sopir truk tambang tidak mendapatkan penghasilan selama pemberhentian sementara aktivitas pertambangan. Namun, mereka harus sadar bahwa aktivitas pertambangan ini telah melahirkan keuntungan yang sangat besar bagi para pengusaha tambang dan rela mengorbankan kepentingan masyarakat secara umum.
"Harus diingat bahwa tambang itu sudah beroperasi sangat lama, sudah melahirkan banyak sekali orang kaya, telah melahirkan properti-properti mewah di berbagai tempat, pasti sudah banyak keuntungan yang diraih," katanya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
