Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 20.10 WIB

Rencana Pembangunan MRT Tembus ke Banten, Pengamat Sebut Pemerintah Harus Siapkan Feeder

Rangkaian kereta MRT Jakarta melintas di stasiun Blok M, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Rangkaian kereta MRT Jakarta melintas di stasiun Blok M, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Rencana pembangunan trayek Moda Raya Terpadu (MRT) dari Jakarta ke beberapa wilayah di Banten menjadi angin segar untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Namun, hal itu hanya berarti bila pemerintah daerah di Banten turut membangun transportasi penunjang (feeder) dari kawasan perumahan ke akses transportasi umum, termasuk Stasiun MRT jika nantinya sudah terbangun.

Pengamat Transportasi Djoko Setiwarno menegaskan bahwa pembangunan MRT dari Jakarta tembus ke Banten hanya sia-sia bila tidak diiringin pengembangan feeder atau transportasi umum lain dari perumahan warga.

"Saya kira masalah tembus (ke Banten) dan bukan itu urusan berikutnya, tetapi sebenarnya bagaimana kawasan-kawasan perumahan di sana itu juga ada feedernya. Tanpa itu tidak ada maknanya gitu loh," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (27/9).

Ia mencontohkan adanya trayek Trans Jabodetabek yang sudah beroperasi dari Jakarta ke wilayah Banten.

"Tapi apakah Pemda itu buat feeder ke perumahan? Itu yang perlu. Jangan nanti dibuat mahal-mahal nggak ada feedernya ya percuma," ucap Djoko.

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu menegaskan bahwa tak adanya feeder dari perumahan ke akses transportasi umum membuat masyarakat malas mengaksesnya.

"Sekarang lihat aja Trans Jabodetabek sudah Berapa Pemda yang buat feeder? Belum ada kan? Coba, mana yang buat feeder? Paling yang buat itu baru Tangerang Kota Karena mereka punya trans Tangerang Tayo itu, yang lainnya, nggak ada," sentilnya.

"Padahal orang itu bergerak dari rumah. Tanpa ada transportasi dari kawasan perumahan omong kosong saya bilang, mau buat kaya mahal-mahal banti tetap aja mubazir, gitu loh," imbuh Djoko.

Namun begitu, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika ini mengakui bahwa memang ada kebutuhan transportasi umum seperti MRT di beberapa wilayah seperti Banten. Hanya saja, ia memberikan catatan feeder hingga masalah subsidi yang tidak memberatkan pemerintah daerah lain.

"Apakah DKI mau subsidi? Atau bukan? Itu yang dipikirkan, bukan hanya membangun," tandasnya.

Tembus ke Banten

Moda Raya Terpadu (MRT) segera menembus Provinsi Banten. Pemerintah Provinsi Banten mendorong percepatan pembangunan jalur MRT sepanjang 17 kilometer yang akan masuk wilayahnya.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi rencana pembangunan MRT di Wilayah Provinsi Banten di Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (8/9). Hadir dalam forum ini Gubernur Banten Andra Soni, Dirjen Perkeretaapian, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta.

"Kami berdiskusi intens terkait dengan MRT. Baik MRT jalur Lebak Bulus - Serpong maupun Kembangan - Balaraja," kata Andra Soni.

Menurutnya, proyek ini merupakan bagian dari RPJMN 2025 - 2029 dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Karena itu, kolaborasi antar pemerintah daerah dan swasta menjadi kunci.

"Kalau masuk ke wilayah Banten itu kurang lebih sekitar 17 kilometer, yang jalur Serpong. Lebak Bulus - Serpong panjangnya 23 kilometer tapi 4 kilometer sekiannya itu maduk daerah Jakarta, yang masuk wilayah Banten itu kurang lebih 17 kilometer," terangnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore