Baru belakangan tampak sejumlah proyek perbaikan jalan kecil-kecilan. Namun, ketegasan dalam mengatur operasional truk tambang belum terlihat, Kamis (14/8). (Ryandi Zahdomo/Jawapos)
JawaPos.com - Buntut kemarahan warga Parung Panjang atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor yang mengeluarkan keputusan dengan memperbolehkan truk tambang beroperasi siang hari dengan alasan aktivitas ekonomi biar berputar di tengah perbaikan jalan, warga kini membuat grup khusus untuk merapatkan barisan.
Mereka rencananya akan menggelar aksi demonstrasi para Minggu (21/9) besok untuk menyikapi pernyataan pemerintah Kabupaten Bogor yang dinilai tidak lagi menganggap warga Parung Panjang dan sekitarnya sebagai manusia.
Pemerintah Kabupaten Bogor bahkan dinilai buta dan tuli dalam mellihat penderitaan rakyat Parung Panjang yang terjadi selama puluhan tahun.
"Bupati Bogor tidak lagi menghargai masyarakat Parung Panjang sebagai pembayar pajak. Mereka ada untuk pengusaha dengan keputusan tersebut," kata Ache Irham kesal saat berbincang dengan JawaPos.com.
Karena jalan raya dikuasai truk tambang, banyak masyarakat justru mencari jalan kecil atau jalan alternatif untuk menghindari truk tambang.
Hal itu yang dialami Elsa Cahya. Dia lebih memilih jalan perkampungan supaya tidak terkena kemacetan jalanan di Parung Panjang.
"Aku biasanya lewat jalan kampung mas, takut banget sama truk, ngeri. Nggak apa-apa lebih jauh asal selamat," tuturnya.
Yasir, warga lainnya mengatakan keputusan yang dibuat pemerintah Kabupaten Bogor sebenarnya tidak mencengangkan. Mengingat sejak tahun-tahun silam tidak ada pemimpin daerah yang benar-benar menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat Parung Panjang. Semua pemimpin di Kabupaten Bogor dinilainya tunduk pada irama yang didengungkan pengusaha.
"Tong kosong. Nggak guna rapat kalau ujung-ujungnya pengusaha tambang yang diuntungkan," katanya kesal.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
