Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 September 2025 | 23.22 WIB

Komunitas Nelayan Sebut Perekam Video Tanggul Beton di Cilincing Adalah Wisatan, tapi Akui Memang Alami Kerugian

Komunitas Nelayan Cilincing sebut tak semua nelayan terdampak proyek tanggul beton pemerintah bersama PT KCN. (Istimewa) - Image

Komunitas Nelayan Cilincing sebut tak semua nelayan terdampak proyek tanggul beton pemerintah bersama PT KCN. (Istimewa)

JawaPos.com-Ketua Komunitas Nelayan Cilincing Danu Waluyo menyebut orang yang merekam dan mengunggah terkait tanggul beton di perairan Cilincing, Jakarta Utara, yang dinarasikan membuat rugi nelayan adalah wisatawan. Namun, dia tak membantah ada kerugian akibat proyek tersebut. 

"Di instagram kami juga lihat itu (tanggul beton), itu bukan nelayan (yang merekam dan mengunggah), itu pemancing, orang mancing, dan itu masih kategori wisatawan," ujar Danu kepada wartawan, Jumat (12/9).

Dia mengaku melihat wisatawan yang memvideokan proyek tanggul beton tersebut. Wisatawan yang ingin memancing, biasa menyewa kapal milik nelayan

Terlepas dari itu, Danu tetap mengakui bahwa ada kerugian yang akibat proyek tanggul beton untuk pembangunan pelabuhan tersebut karena mesti memutar jalan.

"Setidaknya ada bahan bakar yang bertambah," tutur Danu.

Dia juga menyebut beberapa nelayan mengaku mengalami kerugian hingga 70 persen akibat tanggul beton tersebut.  Namun begitu, Danu menyebut tak semua nelayan terkena dampak buruk akibat proyek yang digagas pemerintah bersama PT Karya Citra Nusantara (KCN) ini.

"Nggak semua nelayan terdampak. Untuk nelayan, kami tidak bisa seperti itu. Hanya nelayan terdampak khususnya nelayan pesisir," tandas Danu. 

Saat ini, proses mediasi antara nelayan dan PT KCN pun telah dilakukan untuk menemui titik tengah agar proyek tetap berjalan dan nelayan tak mengalami kerugian.

Sebelumnya, sebuah tanggul beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara, mendadak menjadi sorotan publik. Video yang menampilkan keberadaan tanggul tersebut viral di media sosial dan menuai keluhan dari para nelayan.

Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @arie_ngetren, terdengar suara seseorang nelayan menyebut panjang tanggul beton itu mencapai 2-3 kilometer. Tanggul tersebut menghalangi jalur nelayan saat hendak melaut.

"Jadi nelayan kesulitan mencari ikan. Dia harus memutar jauh dengan adanya tanggul beton ini," ucap seorang dalam video yang dikutip Rabu (10/9).

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore