
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertindak sebagai inspektur upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Balai Kota. (Masria Pane/Jawa Pos)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan membatalkan rencana pembentukan Jakarta Fund.
Keputusan ini diambil setelah Pramono melakukan kajian mendalam dan berdiskusi langsung dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani serta sejumlah ahli keuangan.
Pramono mengungkapkan, keputusan membatalkan Jakarta Fund bukan langkah spontan, melainkan hasil pertimbangan panjang terkait regulasi dan risiko.
"Tentang Jakarta funding. Jadi setelah mempelajari peraturan-peraturan yang ada dan saya sudah berkomunikasi, berkonsultasi dengan Ibu Menteri Keuangan dan juga para ahli di bidang ini," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/8).
Sebagai pengganti Jakarta Fund, Pemprov DKI akan mendorong penerbitan obligasi daerah atau municipal bond.
Skema ini memungkinkan Pemprov menerbitkan surat utang untuk membiayai pembangunan infrastruktur serta berbagai program strategis.
Investor nantinya akan memperoleh bunga secara rutin serta pengembalian dana pokok saat jatuh tempo.
"Yang paling gampang, paling strategis yang bisa di-encourage dari Jakarta itu adalah municipal bond. Saya akan melakukan itu," tutur Pramono.
Pramono menilai, opsi municipal bond lebih aman dibanding Jakarta Fund. Apalagi, Jakarta memiliki aset sebesar Rp 168 triliun, yang bisa dijadikan modal awal.
"Jakarta ini kan tadi disampaikan punya aset kurang lebih Rp 168 triliun. Jadi asetnya aja bisa digunakan untuk menjadi modal awal di municipal bond tadi," terangnya.
Diketahui, Jakarta Fund merupakan salah satu program yang dijanjikan Pramono - Rano Karno saat kampanye Pilkada DKI Jakarta lalu.
JakartaFund akan dibentuk sebagai sumber daya keuangan yang dikelola secara profesional dan tepat sasaran.
Program ini menjamin tambahan dana APBD yang akan dialokasikan untuk modal kerja, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberikan pelatihan bersertifikat, serta penyediaan pangan murah bagi warga Jakarta.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
