Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 00.02 WIB

Viral di Bekasi, Bayar Rp 1 Juta Bisa Masuk Surga, Pengajian Umi Cinta Bikin Warga Resah dan Munculkan Penolakan

Warga soraki jemaah Umi Cinta yang baru saja keluar dari pengajian. (X @B3doel___) - Image

Warga soraki jemaah Umi Cinta yang baru saja keluar dari pengajian. (X @B3doel___)

JawaPos.com - Bekasi, salah satu daerah di Jawa Barat sejatinya sudah punya banyak cerita unik. Tiap hari, ada saja persoalannya. Seperti pengajian Umi Cinta yang diduga menjanjikan surga hanya dengan membayar 'tiket' seharga Rp 1 juta.

Pengajian di Perumahan Dukuh Zamrud Bekasi itu pun mendadak viral di media sosial dan dituding jualan agama.

Dipimpin oleh Putri Yeni (PY) atau akrab disapa Umi Cinta, kegiatan yang sudah berjalan delapan tahun ini dituding menjanjikan tiket masuk surga bagi jamaah yang membayar infak sebesar Rp 1 juta.

Awalnya, pengajian ini tampak seperti majelis biasa. Sekitar 70 orang hadir setiap akhir pekan sejak dini hari hingga siang.

Namun, di balik itu, warga mengeluh soal kemacetan akibat parkir sembarangan, kebisingan, dan bahkan suara anjing peliharaan sang pimpinan pengajian

Izin dari RT dan RW pun tak pernah ada. Sampai pada waktunya dan mencuat di media sosial, ketegangan memuncak ketika warga memasang spanduk besar bertuliskan penolakan di depan rumah Umi Cinta

Pemicunya, kesaksian seorang mantan pengikut yang mengungkap bahwa infak Rp 1 juta disebut sebagai syarat untuk mendapat janji masuk surga.

Beberapa anggota disebut berubah perilakunya. Seperti istri yang kini berani melawan suami hingga mengancam cerai, sehingga memicu keretakan rumah tangga.

Viralnya isu ini membuat media sosial ramai. Netizen pun satu suara mengecam praktik tersebut. “Surga itu bukan barang dagangan,” tulis seorang pengguna X. 

Ada pula yang menyindir, “Kalau surga bisa dibeli, marketplace sudah buka kategorinya.” 

Seorang warganet lainnya menulis tegas, “Inilah contoh penipuan berkedok agama. Hati-hati, iman kita bukan untuk diperjualbelikan.”

Fenomena seperti ini kembali mengingatkan publik pada maraknya praktik 'jualan' agama di Indonesia, memanfaatkan sentimen religius demi keuntungan pribadi. 

Banyak pihak mendesak aparat dan tokoh masyarakat untuk bertindak cepat, agar kepercayaan umat tak dirusak oleh oknum yang menjadikan iman sebagai komoditas.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore