
Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengevakuasi korban tenggelam Valdo Zakwano, 31, warga Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (26/7/2025). (Istimewa)
JawaPos.com – Momen santai seorang pria saat menikmati nasi Padang di pinggir kali berubah menjadi tragedi.
Valdo Zakwano, 31, warga Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, meninggal dunia setelah tercebur ke Kali Cengkareng Drain akibat kejang mendadak, Sabtu (26/7).
Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.00 siang. Saat itu, Valdo tengah makan nasi padang sambil duduk di pinggir kali yang berlokasi di Jalan Kali Kapuk Timur, Kedaung Kali Angke, Cengkareng. Saksi mata mengatakan bahwa Valdo sempat membeli kopi pagi itu.
“Pagi-pagi dia minum kopi di saya, sekitar jam 10. Terus sekitar jam 11 lewat dia beli nasi padang, lalu duduk lagi di pinggir kali. Waktu makan, tiba-tiba dia kejang-kejang, dari posisi duduk langsung rebah,” ujar Dewi, pedagang kopi keliling yang berada di lokasi.
Dewi mengaku sempat mencoba menolong Valdo dengan menarik kakinya, mencegah ia tercebur. Namun, tenaganya tak cukup kuat. Ia juga berteriak meminta bantuan warga sekitar, tetapi tidak ada yang segera datang menolong.
“Saya coba tarik kakinya, tapi saya nggak kuat. Saya teriak minta tolong ke orang di sebelah, tapi nggak ada yang langsung nolongin. Lama-lama dia jatuh sendiri ke kali karena terus kejang. Memang nggak ada yang sempat menahan,” ucap Dewi.
Kali Cengkareng Drain sendiri dikenal memiliki kedalaman antara 4 hingga 5 meter. Hal itu menyulitkan proses pencarian korban.
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Sektor Cengkareng langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka menyisir area menggunakan perahu karet.
Kepala Satgas Gulkarmat Kelurahan Kapuk Jaelani mengatakan, delapan personel dikerahkan dalam misi penyelamatan ini. “Personel yang kita turunkan kurang lebih ada 8 orang dari kantor sektor Cengkareng,” ujarnya.
Namun proses pencarian sempat mengalami hambatan karena keterbatasan izin dari pihak keluarga korban.
“Untuk tingkat kesulitan kita di awal, karena pihak dari keluarga korban itu sendiri tidak mengizinkan kita untuk dari awal menggunakan jangkar. Seandainya kita dari awal menggunakan jangkar, korban cepat ketemu,” jelas Jaelani.
Setelah lebih dari satu jam menyisir, korban akhirnya ditemukan sekitar satu meter dari titik awal ia terjatuh. Sayangnya, saat ditemukan, nyawa Valdo sudah tak tertolong.
“Kita menggunakan jangkar, baru korban ketemu setelah kurang lebih waktu 1 jam,” imbuh Jaelani.
Jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka menggunakan mobil jenazah. Rencananya, ia akan dimakamkan oleh pihak keluarga dalam waktu dekat.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
