Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 06.59 WIB

MRT Jakarta Targetkan Operasi Stasiun Thamrin 2027

Rangkaian kereta MRT Jakarta melintas di stasiun Blok M, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Rangkaian kereta MRT Jakarta melintas di stasiun Blok M, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com-Setelah Fase 1 rute Bundaran Hotel Indonesia (BHI) -Lebak Bulus beroperasi sejak Maret 2019, PT MRT Jakarta terus memperluas jaringan layanan. Yakni, melanjutkan pembangunan MRT Lintas Utara Selatan (Lebak Bulus-Ancol).

Itu dilakukan dengan membangun Fase 2A rute Bunderan Hotel Indonesia (BHI)- Kota dengan panjang sekitar 5,8 kilometer. Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina menuturkan, untuk pembangunan Fase 2A itu, membagi dalam dua segmen.

Pertama, segmen dari BHI sampai Monas yang akan dioperasikan akhir 2027. Lalu, segmen kedua itu dari Monas sampai dengan Kota yang ditargetkan operasi Februari 2030.

''Fase 2A ini, sekarang ini secara total sudah mencapai 49,99 persen. Jadi, sudah setengah jalan, insya Allah kami akan terus melakukan percepatan pembangunan,'' terang Weni.

Menurut dia, untuk segmen satu Fase 2A, semua tahap pembangunan sudah sesuai dengan jadwal yang mereka tentukan. Saat ini, progres pembangunan segmen yang sepenuhnya jalur bawah tanah itu sudah mencapai 73,46 persen.

''Jadi, insya Allah, tahun 2027 Stasiun Thamrin dan Monas akan langsung operasi. Keretanya akan menggunakan yang ada saat ini, karena CP 206 (kontrak paket pekerjaan pengadaan kereta) itu tambahan untuk arah Kota,'' ujar Weni.

Dengan beroperasinya dua stasiun itu, Weni menargetkan penumpang MRT Jakarta yang saat ini sudah mencapai 120 ribu penumpang per hari bisa terus meningkat. Terlebih, Stasiun Thamrin menjadi stasiun terpanjang MRT (panjangnya 440 meter) dan menjadi stasiun interkoneksi jalur east-west MRT Jakarta.

Meski progres pembangunan sesuai jadwal, Weni mengakui ada banyak tantangan yang mereka hadapi dalam Fase 2A tersebut. Mulai dari pembangunan jalur yang melintasi cagar budaya hingga tantangan pembebasan lahan.

''Makanya, untuk Fase 2A ini kami gandeng arkeolog UI. Lalu untuk pengadaan tanah, meski jadi tantangan, tapi sebagian besar sudah kami bebaskan,'' ujar Weni.

Untuk pembebasan itu, mereka menanggulanginya dengan menggandeng stakeholder terkait serta aktif sosialisasi dengan masyarakat.

Sementara untuk Fase 2B, dari Kota sampai Ancol, mereka sedang proses studi dan menyiapkan basic engineering design (BED) bersama Pemprov DKI dan Japan International Cooperation Agency (JICA). Namun, yang pasti, lanjut Weni, pengembangan jalur MRT Jakarta direncanakan untuk dapat melayani kebutuhan masyarakat seluas mungkin.

Terkait rencana pembangunan patung baru MH Thamrin di Jalan Thamrin, PT MRT Jakarta disebutkannya menyerahkan keputusan dan kebijakan kepada Pemprov DKI. Namun, dia mengakui sudah pernah ditanya teknis pembangunan patung itu berdampak terhadap pembangunan atau tidak.

''Memang kalau patung kan pasti ada pondasi, kami sampaikan perlu dapat data yang lebih lengkap apakah berdampak terhadap stasiun atau terowongan,'' jelas Weni.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Rano Karno menyebutkan, Pemprov DKI ingin bangun patung baru MH Thamrin dekat dengan Kawasan Air Mancur Bank Indonesia. Namun, Pemprov DKI sedang menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

''Kami sedang menunggu (keputusan Setneg, Red). Karena memang, kalau bisa dapat yang di air mancur depan BI itu, itu memang menjadi TOD (transit oriented development) untuk pengembangan wilayah MRT,'' imbuh Rano Karno.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore