Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Juli 2025 | 00.43 WIB

Bukan Sekadar Ulang Tahun! Sejarah di Balik Lahirnya HUT Jakarta, Ada Peran Koalisi Daerah Lainnya

Tarian kolosal tentang sejarah terbentuknya Jakarta tampil dalam upacara HUT DKI Jakarta ke-498 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (22/06/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Tarian kolosal tentang sejarah terbentuknya Jakarta tampil dalam upacara HUT DKI Jakarta ke-498 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (22/06/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Siapa sangka Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta yang setiap 22 Juni dirayakan warga Ibu Kota, ternyata menyimpan sejarah besar perjuangan rakyat Nusantara? 

Bukan sekadar seremonial, sejarah hari jadi Jakarta sejatinya adalah peringatan kemenangan Koalisi Nusantara yang dipimpin oleh Fatahillah dalam membebaskan Sunda Kelapa dari cengkeraman penjajah Portugis.

Hal ini diungkapkan oleh peneliti sejarah Islam, H. Sariat Arifia. Menurutnya, pembebasan Sunda Kelapa pada 1527 adalah hasil perjuangan bersama pasukan gabungan dari berbagai wilayah seperti Demak, Cirebon, Jepara, Tuban, Gresik, dan Pasai (sekarang Lhokseumawe).

"Tidak akan ada Jakarta kalau tidak ada pasukan koalisi yang didukung Demak, Cirebon, Jepara, Tuban, dan Gresik pimpinan Fatahillah dari Pasai (Lhokseumawe, sekarang). Itu hasil perjuangan bersama," ujar H. Sariat Arifia, Jumat (3/7).


Sejarah Jakarta yang Terlupakan?

Menurut Sariat, selama lima tahun terakhir ia meneliti sejarah Fatahillah menggunakan metode grounded theory dengan biaya mandiri. Dari riset tersebut, ia menyimpulkan bahwa Museum Fatahillah di Jakarta perlu dikembangkan menjadi Museum Perjuangan Jakarta Fatahillah, dengan narasi yang mencerminkan keterlibatan berbagai daerah dalam pembebasan Jakarta.

“Perlu ada narasi dan koleksi benda-benda sejarah yang terkait dengan perjuangan pembebasan Sunda Kelapa dari Pasai, Demak, Cirebon, Tuban, dan daerah-daerah lain yang turut serta. Perlu juga dilengkapi dengan narasi kaitan pembebasan Sunda Kelapa dengan upaya pembebasan Malaka oleh Pateh Unus, karena itu merupakan rangkaian juga,” terangnya.

Ia menekankan pentingnya memahami bahwa perjuangan membebaskan Jakarta bukan proses singkat. Semuanya berawal dari agresi Portugis terhadap Kerajaan Pasai, lalu dilanjutkan ke Tanah Suci, kemudian pembebasan Malaka, hingga akhirnya pembentukan koalisi untuk merebut Sunda Kelapa.


Sunda Kelapa, Simpul Perdagangan Dunia

Dulu, pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pusat perdagangan utama yang ramai didatangi saudagar dari berbagai daerah seperti Sumatera, Palembang, Laue, Tanjungpura, Makassar, Jawa, dan Madura. Pelabuhan ini hanya berjarak dua hari perjalanan dari pusat Kerajaan Pakuan Pajajaran, menjadikannya sangat strategis.


DPRD Usul Undang Daerah yang Berjasa

Menanggapi temuan sejarah ini, Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta mengundang daerah-daerah yang berperan dalam pembebasan Sunda Kelapa saat perayaan HUT Jakarta.

"Mengundang daerah yang punya kontribusi historis, menurut saya, itu cakep. Keren kalau dilakukan," kata politisi yang akrab disapa Bang Lukman ini.

Tak hanya itu, Lukman juga mendorong agar Museum Fatahillah diubah menjadi Museum Perjuangan Jakarta Fatahillah, agar masyarakat lebih sadar bahwa Jakarta lahir dari perjuangan kolektif bangsa Nusantara.

"Rangkaian prosesnya cukup panjang. Peristiwa yang dijadikan momentum HUT Jakarta bukan peristiwa yang berdiri sendiri, karenanya layak diperingati secara bersama karena faktanya itu adalah hasil perjuangan bersama warga Nusantara," katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore