Realisasi program 100 hari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dapat apresiasi. (Istimewa)
JawaPos.com - Pramono Anung-Rano Karno telah dilantik sebagai gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta pada Kamis, 20 Februari 2025. Sejak hari itu juga, pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu langsung tancap gas. Hasilnya, hampir seluruh program quick wins berhasil direalisasikan.
Keberhasilan Pram–Rano merealisasikan program 100 hari pertama itu mendapat apresiasi dari publik. Bahkan, kalangan DPRD DKI menyebut Pramono sukses membangun fondasi dasar untuk kelanjutan pembangunan Jakarta.
“Meskipun waktunya singkat, Pramono-Rano Karno berhasil merealisasikan sebagian besar dari 40 program percepatan yang dijanjikan,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah. Karena itu, Ima mengapresiasi langkah konkret yang telah diambil gubernur-wakil gubernur tersebut.
Program-program yang mendapat acungan jempol itu, antara lain, perluasan KJP Plus bagi 707.622 siswa dan KJMU bagi 16.979 mahasiswa. Termasuk pemutihan 1.315 ijazah siswa yang sempat ditahan pihak sekolah.
Ima juga memuji kemajuan sektor transportasi. Misalnya, perluasan layanan Transjabodetabek dan pembangunan MRT hingga LRT. Begitu pula dengan pembukaan taman kota 24 jam sebagai ruang publik baru bagi warga.
“Komitmen untuk melanjutkan dan mempercepat pembangunan transportasi massal terintegrasi sangat penting untuk mengatasi kemacetan,” tandasnya.
Pramono sendiri optimistis Jakarta bisa meningkatkan peringkatnya di tingkat dunia. Saat ini Jakarta masih menduduki peringkat 74 dari 156 kota global. Dia menargetkan, Jakarta bisa masuk ke posisi 50 besar kota global pada 2029.
Untuk mencapai target itu, dalam 100 hari memimpin Jakarta, Pramono mulai melakukan banyak pembenahan. Utamanya di bidang transportasi. Misalnya, meresmikan pencanangan infrastruktur konektivitas di Gedung Transportasi Hub MRT Jakarta-Dukuh Atas.
Ada juga pencanangan digitalisasi serta integrasi layanan angkutan umum massal gratis untuk 15 golongan masyarakat pada 7 Mei 2025, hingga membuka lima rute Transjabodetabek (lihat grafis).
Pramono menyebut Transjabodetabek merupakan salah satu gagasannya untuk mengatasi kemacetan Jakarta. Tidak terkecuali, kemacetan yang disebabkan oleh warga yang tinggal di daerah sekitar Jakarta. Daerah penyangga itu adalah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Setiap hari, warga di daerah penyangga yang masuk ke Jakarta sekitar empat juta orang.
“Percuma hanya memikirkan Jakarta (untuk mengatasi kemacetan, Red). Makanya, dengan dibukanya Transjabodetabek, bisa mengatasi masalah kemacetan yang terjadi di Jakarta,” katanya.
Sebab, dengan dikembang kannya rute Transjabodetabek, warga dari Bogor, Depok, Tangerang, hingga Bekasi tidak lagi membawa kendaraan pribadinya masuk Jakarta. (rya/oni)
Gubernur DKI Pramono Anung bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meresmikan rute kedua Transjabodetabek. (Istimewa)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
