
Ilustrasi cuaca hujan di Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Warga Jakarta dan sejumlah wilayah Indonesia masih terus diguyur hujan meski kalender sudah menunjukkan pertengahan Mei.
Lantas, bukannya sekarang seharusnya sudah musim kemarau? Ini penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang penyebab Jakarta dan sekitarnya masih diguyur hujan lebat.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, musim kemarau 2025 diprediksi lebih pendek karena beberapa faktor, meskipun El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dalam kondisi normal.
Dampaknya, jangka waktu musim hujan di Indonesia akan jadi lebih panjang, seperti yang terjadi saat ini.
"Kemarau pendek atau musim hujannya lebih panjang. Sehingga sampai sekarang masih musim hujan itu belum habis-habis gitu," ujar Guswanto kepada JawaPos.com, Rabu (14/5).
Padahal, kata Guswanto, umumnya pada Maret, April, Mei telah masuk fase pancaroba terakhir. "Nanti Juni, Juli, Agustus itu akan masuk kemarau full," terangnya.
Terdapat tiga penyebab utama musim kemarau di Indonesia menjadi lebih pendek. Pertama ialah kondisi La Nina Lemah. "Awal tahun 2025 diprediksi akan mengalami La Nina lemah, yang dapat meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia," ucapnya.
Penyebab kedua, meningkatnya suhu laut di wilayah Indonesia. Hal itu meningkatkan penguapan air laut.
"Suhu laut yang meningkat dapat mempengaruhi pola curah hujan, tetapi dalam kasus ini, tidak menyebabkan kemarau panjang karena kondisi ENSO yang netral," jelasnya.
Dan ketiga, prediksi curah hujan normal. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami curah hujan normal hingga atas normal pada tahun 2025, sehingga musim kemarau tidak terlalu panjang.
"Sehingga dari tiga hal itu, terutama nomor satu dan nomor dua, kondisi la nina lemah di awal tahun dan suhu laut yang saat ini masih meningkat di wilayah Indonesia, itu yang menyebabkan curah hujan di wilayah Indonesia itu masih terus terjadi," imbuhnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
