
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ucapkan selamat mudik kepada warga Jabar dan sekitarnya. (Instagram Dedi Mulyadi)
JawaPos.com - Jalur wisata puncak Bogor, Jawa Barat merupakan langganan macet saat musim liburan tiba. Hal tersebut lantaran kawasan Puncak ini merupakan destinasi wisata favorit bagi warga Jabotabek dan sekitarnya.
Hampir pasti, setiap ada tanggal merah atau hari libur panjang, kawasan wisata puncak selalu macet. Tingkat kemacetan di kawasan puncak ini bahkan sudah mengular hingga keluar tol Jagorawi.
Kawasan puncak Bogor sering macet dikarenakan di sepanjang jalur tersebut terdapat beragam tempat wisata. Selain tempat makan, tak sedikit pula tempat menginap, vila, hotel dan area wisata yang keluar-masuk kendaraannya menyebabkan kemacetan.
Apalagi di area Taman Safari. Membludaknya pengunjung setiap momen liburan membuat ekor kemacetan menuju Taman Safari sudah bisa dirasakan dari jauh. Belum lagi beberapa persimpangan seperti di Gadog membuat kemacetan sudah menanti bahkan saat baru membayar tol.
Untuk mengatasi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memastikan siap menangani kemacetan rutin di kawasan puncak, terlebih saat menyambut libur Lebaran Idul Fitri. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengambil langkah yang bisa dibilang ekstrem.
Cara yang diambil dalam mengatasi macet di jalur puncak oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi adalah dengan meliburkan para sopir angkot. Kabar tersebut dia bagikan melalui video Reels di Instagram pribadinya.
Dedi Mulyadi menyebut kalau salah satu penyebab kemacetan parah di jalur puncak adalah banyaknya angkot yang ngetem sembarangan. Memang sudah bukan rahasia lagi kalau angkot di kawasan Bogor ini bukan main banyaknya.
"Biasanya, kalau di wilayah jalur puncak, terjadi kemacetan, horornya luar biasa. Apa sih penyebabnya? Penyebabnya adalah angkutan kota yang ngetem di pasar Cipanas, Cianjur, kemudian di beberapa titik Kabupaten Bogor, itu sering sekali menjadi pemicu kemacetan," kata Dedi Mulyadi dalam videonya yang sekaligus memberi ucapan selamat mudik kepada warga Jabar.
Untuk mengatasi kemacetan yang disebabkan oleh angkot tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana mengambil langkah antisipatif dengan meliburkan para sopir angkot. Ya, pada momen libur Lebaran Idul Fitri, angkot akan dilarang beroperasi di kawasan jalur puncak.
"Untuk itu, hari ini kami akan bertemu dengan seluruh sopir angkotnya, dan mereka rencananya akan diliburkan selama Hari Raya Idul Fitri dan seminggu setelah Idul Fitri. Sehingga, jalur-jalurnya menjadi kosong dan akan mengurangi tingkat kemacetan," terang Dedi Mulyadi.
Dirinya meminta para sopir angkot untuk menikmati libur bersama keluarga. Sebagai pengganti pemasukan yang hilang karena libur narik selama Hari Raya Idul Fitri dan seminggu setelahnya, Dedi Mulyadi memastikan bahwa pihaknya memberikan bekal.
"Tentunya mereka bisa menikmati libur bersama keluarga dengan ada bekal untuk mereka. Saya ucapkan selamat berlibur bersama keluarga dan menikmati Hari Raya Idul Fitri," tandas Dedi Mulyadi.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
