Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 April 2023 | 23.12 WIB

Plt Bupati Bogor Segera Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Pohon tumbang akibat hujan deras di Cigudeg, Kabupaten Bogor. - Image

Pohon tumbang akibat hujan deras di Cigudeg, Kabupaten Bogor.

JawaPos.com–Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor Iwan Setiawan segera menetapkan Kabupaten Bogor berstatus tanggap darurat bencana. Kabupaten Bogor dikepung peristiwa bencana alam pada Senin (24/4) petang.

”Saya sudah menginstruksikan BPBD mencatat seluruh kerugian materi dan non materi atas bencana yang terjadi. Setelah itu mengeluarkan status tanggap darurat bencana,” ungkap Iwan Setiawan seperti dilansir dari Antara di Bogor, Selasa (25/4).

Menurut dia, status tanggap darurat tersebut agar penanganan setelah bencana bisa dilakukan lebih cepat dan maksimal. Seperti dukungan anggaran dari APBD.

Iwan menjelaskan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor masih mendata dampak dan kerugian yang disebabkan bencana alam. Dia mengimbau masyarakat, selalu berhati-hati, terlebih di lokasi-lokasi rawan bencana.

”Hati-hati cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat, wisatawan yang sedang berlibur juga tak boleh lengah. Kita semua harus waspada untuk meminimalisasi potensi dampak bencana,” ujar Iwan.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Asep Sulaeman mengaku sudah menerima instruksi Plt Bupati Bogor tersebut. Saat ini, tim masih terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan lintas sektor untuk menghitung kerugian akibat bencana.

”Pak Plt Bupati menginstruksikan langsung untuk gerak cepat penanganan bencana ini. Saat ini tim siaga di lapangan dan berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinsos, DPKPP, PUPR, dan lainnya,” ujar Asep Sulaeman.

Dia menjelaskan cuaca ekstrem pada H+2 Lebaran mengakibatkan sejumlah bencana di beberapa lokasi di Kabupaten Bogor. Setidaknya, dari laporan sementara, ada lima kecamatan yang diterjang bencana.

”Dari Timur itu ada pergerakan tanah di Sukamakmur dan longsor di Babakanmandang. Lalu, ada beberapa banjir bandang di wilayah barat, seperti Leuwisadeng, Jasinga, Sukajaya,” papar Asep Sulaeman.

Asep memastikan tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Hanya saja, terdapat kerusakan bangunan dan fasilitas publik seperti jalan dan jembatan.

BPBD Kabupaten Bogor mencatat dua jembatan di Desa Kalongsawah, Jasinga, mengalami kerusakan akibat terbawa arus Sungai Cidurian. ”Satu jembatan penghubung Kampung Parungsapi-Kampung Silogak, dan satu jembatan lagi penghubung Kampung Petey-Kampung Kalongdagul,” ungkap Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Jalaludin.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (24/4) petang saat aliran Sungai Cidurian meluap lantaran hujan deras dengan durasi yang lama. Luapan air sungai bahkan merendam rumah-rumah dengan ketinggian 30 hingga 60 sentimeter.

Sedikitnya ada 28 unit rumah terendam banjir di Kampung Parungsapi. Kemudian, tiga unit rumah mengalami kerusakan tembok mengakibatkan delapan jiwa mengungsi di Kampung Petey. Lalu, 17 unit rumah terendam menyebabkan sembilan jiwa mengungsi di Kampung Kalongdagul.

”Di Kampung Silogak, kondisi terisolir karena jembatan terputus dan untuk jalur alternatif lain masih belum bisa dilalui,” terang Jalaludin.

Selain di Jasinga, bencana alam akibat hujan deras juga terjadi di beberapa kecamatan lain. Seperti tanah longsor di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari; dan Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore