
Pohon tumbang akibat hujan deras di Cigudeg, Kabupaten Bogor.
JawaPos.com–Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor Iwan Setiawan segera menetapkan Kabupaten Bogor berstatus tanggap darurat bencana. Kabupaten Bogor dikepung peristiwa bencana alam pada Senin (24/4) petang.
”Saya sudah menginstruksikan BPBD mencatat seluruh kerugian materi dan non materi atas bencana yang terjadi. Setelah itu mengeluarkan status tanggap darurat bencana,” ungkap Iwan Setiawan seperti dilansir dari Antara di Bogor, Selasa (25/4).
Menurut dia, status tanggap darurat tersebut agar penanganan setelah bencana bisa dilakukan lebih cepat dan maksimal. Seperti dukungan anggaran dari APBD.
Iwan menjelaskan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor masih mendata dampak dan kerugian yang disebabkan bencana alam. Dia mengimbau masyarakat, selalu berhati-hati, terlebih di lokasi-lokasi rawan bencana.
”Hati-hati cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat, wisatawan yang sedang berlibur juga tak boleh lengah. Kita semua harus waspada untuk meminimalisasi potensi dampak bencana,” ujar Iwan.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Asep Sulaeman mengaku sudah menerima instruksi Plt Bupati Bogor tersebut. Saat ini, tim masih terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan lintas sektor untuk menghitung kerugian akibat bencana.
”Pak Plt Bupati menginstruksikan langsung untuk gerak cepat penanganan bencana ini. Saat ini tim siaga di lapangan dan berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinsos, DPKPP, PUPR, dan lainnya,” ujar Asep Sulaeman.
Dia menjelaskan cuaca ekstrem pada H+2 Lebaran mengakibatkan sejumlah bencana di beberapa lokasi di Kabupaten Bogor. Setidaknya, dari laporan sementara, ada lima kecamatan yang diterjang bencana.
”Dari Timur itu ada pergerakan tanah di Sukamakmur dan longsor di Babakanmandang. Lalu, ada beberapa banjir bandang di wilayah barat, seperti Leuwisadeng, Jasinga, Sukajaya,” papar Asep Sulaeman.
Asep memastikan tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Hanya saja, terdapat kerusakan bangunan dan fasilitas publik seperti jalan dan jembatan.
BPBD Kabupaten Bogor mencatat dua jembatan di Desa Kalongsawah, Jasinga, mengalami kerusakan akibat terbawa arus Sungai Cidurian. ”Satu jembatan penghubung Kampung Parungsapi-Kampung Silogak, dan satu jembatan lagi penghubung Kampung Petey-Kampung Kalongdagul,” ungkap Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Jalaludin.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (24/4) petang saat aliran Sungai Cidurian meluap lantaran hujan deras dengan durasi yang lama. Luapan air sungai bahkan merendam rumah-rumah dengan ketinggian 30 hingga 60 sentimeter.
Sedikitnya ada 28 unit rumah terendam banjir di Kampung Parungsapi. Kemudian, tiga unit rumah mengalami kerusakan tembok mengakibatkan delapan jiwa mengungsi di Kampung Petey. Lalu, 17 unit rumah terendam menyebabkan sembilan jiwa mengungsi di Kampung Kalongdagul.
”Di Kampung Silogak, kondisi terisolir karena jembatan terputus dan untuk jalur alternatif lain masih belum bisa dilalui,” terang Jalaludin.
Selain di Jasinga, bencana alam akibat hujan deras juga terjadi di beberapa kecamatan lain. Seperti tanah longsor di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari; dan Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
