Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Februari 2025 | 03.32 WIB

TNI AL Rampungkan Operasi Pembongkaran Pagar Laut 30 Km di Tangerang, Pekerja PIK Berharap Tak Jadi Korban dan PSN Tetap Jalan

Ilustrasi pencabutan pagar laut di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten. (Putra M. Akbar/Antara) - Image

Ilustrasi pencabutan pagar laut di Pantai Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten. (Putra M. Akbar/Antara)

JawaPos.com–Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) telah menyelesaikan operasi pembongkaran pagar laut di perairan pantai utara (pantura) Kabupaten Tangerang, Banten, sepanjang 30,16 kilometer (km) pada Kamis (13/2).

Komandan Pasmar (Danpasmar I) Brigjen TNI (Mar) Hermanto mengatakan, proses pembongkaran pagar laut saat ini telah mencapai 30 kilometer lebih. Tersisa 1,36 kilometer dari target 30,16 kilometer di wilayah Tanjung Pasir dan Keronjo.

”Insya Allah akan selesai, yang tinggal tersisa 1 kilometer. Ini tentu kami akan tuntaskan melihat dari cuaca saat ini cukup cerah,” kata Hermanto seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, pada proses pembongkaran pagar laut ini pihaknya sering mendapat hambatan dan kendala cuaca buruk yang mengakibatkan penundaan pada operasi tersebut. Namun, atas komitmen dan semangat tim gabungan, maka pihaknya berhasil menuntaskan pencabutan pagar laut itu.

Dia menambahkan, atas penuntasan operasi pembongkaran pagar di wilayah pesisir pantai utara Kabupaten Tangerang ini diharapkan bisa berdampak terhadap aktivitas para nelayan setepat dengan kembali normal tanpa hambatan dan gangguan dari pagar laut tersebut.

”Para nelayan bisa bekerja lagi, dan senang bisa melihat nelayan bisa kembali melaut. Dimana pagar ini tadinya mempersulit masyarakat nelayan untuk mencari ikan,” tutur Hermato.

Sementara itu, kalangan pekerja yang menggantungkan hidup di Pantai Indah Kapuk (PIK) meminta agar polemik Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK) tidak membuat mereka menjadi korban. Mereka berharap program tersebut terus berjalan sehingga bisa membuka lapangan kerja.

”Kami orang kecil cuma bisa berharap agar masalah ini tidak membuat kami jadi kehilangan lapangan kerja. Ini kan pertarungan mereka yang punya kuasa, kalau kami cuma tidak ingin kami semua tidak jadi pengangguran,” kata salah seorang pekerja di kantor perusahaan swasta di PIK2, Rahmat Halim.

Dia mengaku, baru dua tahun bekerja setelah sebelumnya susah payah mengajukan lamaran ke berbagai kantor. ”Sekarang sudah mulai baikan, bisa cukup memenuhi kebutuhan kehari-hari. Tapi kok kemudian ada isu penghentian. Nasib kami gimana lagi?” ungkap Rahmat.

Perdebatan soal PSN PIK banyak yang tidak dipahami Rahmat. Persoalan itu tidak terlepas dari para pihak yang berkepentingan. Baik itu LSM maupun pihak lainnya.

”Tapi efeknya justru nasib kami yang jadi terancam,” ungkap Rahmat.

Warga Teluk Naga ini juga menambahkan, warga di kampungnya cukup terganggu dengan isu ini. Di antara warga justru saling curiga. ”Jadi gak enak suasananya. Apalagi juga ada demo-demo,” kata Rahmat.

Security di salah satu kantor di kawasan PIK 2 Maswi berharap isu penghentian PSN PIK tidak membuatnya kehilangan pekerjaan. Dia mengaku tidak tahu menahu persoalan PSN PIK 2.

Diakui Maswi, PIK 2 telah membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekelilingnya. Banyak tetangga maupun teman, yang juga bekerja di PIK 2.  ”Ya banyak yang kerja di sini,” kata Maswi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore