Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2025 | 19.46 WIB

3 Penyebab Kelangkaan LPG 3 Kg di Jakarta, Salah Satunya karena Warga Lalukan Panic Buying

Ilustrasi: Warga mengantre LPG 3 Kg.(Nurul F/ JawaPos.com).

 
 
JawaPos.com-Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Hari Nugroho membeberkan sejumlah faktor penyebab kelangkaan gas LPG 3 kg di Jakarta. 
 
 
Hari mengakui adanya pengurangan jumlah kuota penyaluran gas melon di Jakarta jika dibandingkan tahun 2024. Pada tahun lalu, kuota LPG 3 Kg di Jakarta sebesar 414.134 metric ton (MT). Namun pada realisasinya mencapai 421.989 MT.
 
Pada tahun 2025, kata Hari, pihaknya mengusulkan penambahan kuota menjadi 433.933 MT atau 4 persen lebih tinggi dari realisasi di tahun 2024. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Sehingga, kuota di Jakarta hanya 407. 555 MT. 
 
"Namun itu tadi kuota yang sudah ada di Jakarta di 2025 itu hanya sebesar 407. 555 metric ton kurang lebih 15 persen rendah dari usulan kita," ujar Hari.
 
Faktor lainnya, lanjut Hari, disebabkan adanya libur panjang Imlek dan Isra dan Mi'raj. Mengingat pendistribusian memang tidak dilakukan saat tanggal merah. 
 
Di sisi lain, terjadi panic buying yang dilakukan masyarakat usai dikeluarkannya kebijakan Pemerintah yang menetapkan penjualan tabung gas LPG 3 Kg per 1 Februari 2025 tidak dapat lagi dilakukan di tingkat pengecer atau warung-warung.
 
"Terjadilah panik buying sehingga akhirnya LPG langka," jelas Hari.
 
Diketahui, sejumlah pangkalan LPG di sejunlah wilayah Jakarta dan sekitarnya diserbu ratusan pembeli. Pembeli pun harus antre panjang untuk membeli gas LPG 3 Kg.
 
Kelangkaan gas LPG 3 kg juga terjadi di Jakarta Barat. Antrean panjang warga terlihat di Pangkalan LPG Winarto, Joglo, Jakarta Barat pada Senin (3/2) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan pembeli telah mengular demi mendapatkan gas melon yang kian sulit ditemukan.
 
Hanya dalam dua jam, 560 tabung LPG 3 kg langsung habis terjual. Puluhan warga yang masih berdatangan pun harus pulang dengan tangan kosong.
 
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg di wilayah Joglo dan sekitarnya. Banyak yang datang dengan membawa tabung kosong, menggunakan sepeda motor, berjalan kaki atau dengan membawa troli. Namun, stok yang terbatas membuat mereka kecewa.
 
“Waduh, cari di mana lagi ini? Saya sudah keliling, semua tempat habis,” ujar seorang pembeli yang tidak kebagian gas.
 
Slamet Raharjo, pemilik Pangkalan LPG Winarto, mengatakan, pihaknya baru saja menerima 560 tabung dari distributor, tetapi stok langsung diserbu pembeli.
 
“Tadi baru datang jam 07.00 WIB, sekarang sudah habis. Kami sudah coba batasi, setiap orang hanya boleh beli satu tabung agar semua kebagian,” jelasnya kepada JawaPos.com, Senin (3/2).
 
Menurut Slamet, kelangkaan gas LPG 3 kg kemungkinan dipicu oleh libur panjang pekan lalu. Akibatnya, pasokan dari distributor tertunda, sehingga agen-agen mengalami kekosongan stok.
 
Selain itu, Slamet juga menyoroti kebijakan terbaru yang mewajibkan pembelian LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi. Meskipun usahanya tidak terdampak secara langsung, ia menilai aturan ini bisa mematikan mata pencaharian warung kecil dan tengkulak yang selama ini menjadi pelanggannya.
 
“Kalau gas hanya bisa dibeli di pangkalan, kasihan warung-warung kecil. Karyawan saya yang biasa mengantar gas juga bisa kehilangan pekerjaan,” keluhnya. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore