Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2025 | 01.33 WIB

Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Joglo: Warga Antre Panjang, Stok Ludes dalam 2 Jam

Pekerja memindahkan tabung ke warung penjualan khusus gas LPG 3 kg di Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa  (10/8/2021). Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama dengan pemerintah sepakat menargetkan subsidi energi akan disalurkan secara tertutup mulai 2022. Pa - Image

Pekerja memindahkan tabung ke warung penjualan khusus gas LPG 3 kg di Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (10/8/2021). Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama dengan pemerintah sepakat menargetkan subsidi energi akan disalurkan secara tertutup mulai 2022. Pa

 
JawaPos.com - Kelangkaan gas LPG 3 kg juga terjadi di Jakarta Barat. Antrean panjang warga terlihat di Pangkalan LPG Winarto, Joglo, Jakarta Barat pada Senin (3/2) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan pembeli telah mengular demi mendapatkan gas melon yang kian sulit ditemukan.
 
Hanya dalam dua jam, 560 tabung LPG 3 kg langsung habis terjual. Puluhan warga yang masih berdatangan pun harus pulang dengan tangan kosong.
 
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kg di wilayah Joglo dan sekitarnya. Banyak yang datang dengan membawa tabung kosong, menggunakan sepeda motor, berjalan kaki atau dengan membawa troli. Namun, stok yang terbatas membuat mereka kecewa.
 
 
 
"Waduh, cari di mana lagi ini? Saya sudah keliling, semua tempat habis," ujar seorang pembeli yang tidak kebagian gas.
 
Slamet Raharjo, pemilik Pangkalan LPG Winarto, mengatakan, pihaknya baru saja menerima 560 tabung dari distributor, tetapi stok langsung diserbu pembeli.
 
"Tadi baru datang jam 07.00 WIB, sekarang sudah habis. Kami sudah coba batasi, setiap orang hanya boleh beli satu tabung agar semua kebagian," jelasnya kepada JawaPos.com, Senin (3/2).
 
Menurut Slamet, kelangkaan gas LPG 3 kg kemungkinan dipicu oleh libur panjang pekan lalu. Akibatnya, pasokan dari distributor tertunda, sehingga agen-agen mengalami kekosongan stok.
 
Selain itu, Slamet juga menyoroti kebijakan terbaru yang mewajibkan pembelian LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi. Meskipun usahanya tidak terdampak secara langsung, ia menilai aturan ini bisa mematikan mata pencaharian warung kecil dan tengkulak yang selama ini menjadi pelanggannya.
 
"Kalau gas hanya bisa dibeli di pangkalan, kasihan warung-warung kecil. Karyawan saya yang biasa mengantar gas juga bisa kehilangan pekerjaan," keluhnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore