Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Desember 2024 | 05.02 WIB

Tak Terima Kekalahan, Ridwan Kamil-Suswono Sebut Pilkada Jakarta Banyak Masalah

Tim Pemenangan Pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) mengeklaim bahwa hasil real count internal menyatakan bahwa Pilkada Jakarta 2024 akan digelar dalam dua putaran. (Humas RIDO) - Image

Tim Pemenangan Pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) mengeklaim bahwa hasil real count internal menyatakan bahwa Pilkada Jakarta 2024 akan digelar dalam dua putaran. (Humas RIDO)

 
JawaPos.com - Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) melihat banyak masalah dalam pelaksaan Pilkada Jakarta. Pernyataan ini merespons penetapan hasil rekapitulasi suara KPU Provinsi DKI Jakarta, pada Minggu (8/12).
 
"Dari partai-partai pengusung bahwa kami dari pasangan RIDO melihat bahwa Pilkada tahun 2024 ini di Jakarta khususnya, ada masalah yang cukup krusial, yaitu partisipasi daripada pemilih sangat rendah dalam sejarah Pilkada di DKI Jakarta," kata ketua tim pemenangan RIDO, Ahmad Riza Patria di kantor DPD Partai Golkar, Jakarta, Minggu (8/12) malam.
 
Menurutnya, partisipasi pemilih di Jakarta tidak lebih dari 52 persen pada rata-rata nasional sebesar 68 persen. Padahal, pada pemilihan Pilkada Jakarta 2017, partisipasi pemilih sangat tinggi, meski wilayah Jakarta saat itu dilanda hujan.
 
 
"Kenapa Pilkada sekarang ini 27 November 2024 Rabu lalu, cuaca cerah, tidak ada masalah yang berarti tapi partisipasi sangat rendah," ucap Riza.
 
Ia menduga, rendahnya partisipasi pemilih Jakarta disebabkan banyak warga yang tidak menerima undangan untuk pemungutan suara Pilkada Jakarta. Karena itu, atas dasar itu tim pemenangan RIDO akan mengajukan gugatan sengketa Pilkada Jakarta ke Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Banyak seklai warga Jakarta yang tidak mendapatkan undangan untuk memilih atau formulir C6 inilah yang menyebabkan kami dari pihak pasangan RIDO akan mengajukan permohonan gugatan ke MK terkiat beberapa masalah rendahnya partisipasi pemilih, yang diantaranya disebabkan oleh banyaknya undangan yang belum didapatkan," cetus Riza.
 
Lebih lanjut, Riza mengakui pihaknya banyak menerima aduan dari warga Jakarta yang tidal menerima undangan pemilihan. Hal ini tentu akan didukung dengan berbagai bukti yang akan dibawa ke MK.
 
"Apajah ini disengaja atau tidak disengaja, nanti pada waktunya masyarakat akan tahu. Setidaknya banyak laporan yang menyampikan banyak tidak menerima undangan, bahkan ada orang-orang tertentu yang dengan sengaja mempengaruhi tokoh-tokog masyrakat untuk tidak datang ke TPS," pungkasnya.
 
 
Sebagaimana diketahui, KPU Jakarta mengumumkan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno (Si Doel) memperoleh suara terbanyak di Pilkada DKI Jakarta.
 
"Jumlah suara sah Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3 Pramono Anung - Rano Karno sebanyak 2.183.239 suara," ujar Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Minggu (8/12).
 
Sedangkan jumlah suara sah paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) sebanyak 1.718.160 suara. Lalu, jumlah suara sah Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2, Dharma Pongrekun - Kun Wardana banyak 459.230 suara.
 
Sementara itu, untuk jumlah suara sah 4.360.629, dan jumlah suara tidak sah 363.764. Sehingga total suara sah dan tidak Sah sebanyak 4.724.393.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore