JawaPos.com - Tiga ruas jalan di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara masih terendam banjir hingga sebetis orang dewasa atau sekitar 30 centimeter.
Kapusdatin BPBD DKI Mohamad Yohan menjelaskan, pihaknya telah memberikan peringatan dini banjir pesisir (rob) pada tanggal 14 November - 21 November 2024. Banjir rob disebabkan adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase bulan baru yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir (Rob) di wilayah pesisir utara Jakarta.
Pasang air laut itu, kata Yohan, menyebabkan Pintu Air Pasar Ikan Bahaya/Siaga 1 pada Senin (18/11) pukul 10.00 WIB. Hal tersebut menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta.
"Untuk pagi ini (07.00 WIB ketinggian pintu air Pasar Ikan 213 cm atau siaga 2," ujar Yohan, Selasa (19/11).
Ia menjelaskan, 3 ruas jalan yang saat ini masih terdampak banjir ialah Jl. Hiu Pelabuhan Muara Baru, Kel. Penjaringan, Jakarta Utara dengan ketinggian 30 centimeter. Lalu, Jl. Cumi Pelabuhan Muara Baru, Kel. Penjaringan, Jakarta Utara dengan ketinggian 20 centimeter dan Jl. Tuna Pelabuhan Muara Baru, Kel. Penjaringan, Jakarta Utara dengan ketinggian 25 centimeter.
"Jalan Tergenang yang sudah surut berada di Jl. RE Martadinata (Depan JIS), Kel. Papanggo, Kec. Tanjung Priok," terang Yohan.
Yohan juga menjelaskan, ke enam RT yang terdampak banjir kini telah surut. Sebagaimana diketahui, banjir rob sebelumnya merendam 3 RT di kelurahan Marunda dan 3 RT di kelurahan Pluit dengan ketinggian hingga 60 centimeter.
"Saat ini enam RT tersebut telah surut," jelas Yohan.
BPBD DKI Jakarta masih mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Serta mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.