Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Oktober 2024 | 18.57 WIB

Gelar Batik Nusantara Festival, Pemprov DKI Sebut Batik Sudah Jadi Produk Potensi Ekonomi yang Besar

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta bekerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menggelar "Batik Nusantara Festival" di Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara (Jakut). - Image

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta bekerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menggelar "Batik Nusantara Festival" di Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara (Jakut).

JawaPos.com - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta bekerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menggelar "Batik Nusantara Festival" di Emporium Pluit Mall, Jakarta Utara (Jakut). Event itu digelar merayakan hari Batik Nasional yang pada Rabu (2/10) kemarin. 

Acara Batik Nusantara Festival sendiri sudah digelar sejak 27 September 2024 hingga 6 Oktober 2024 mendatang. 
 
Pelaksana Harian (Plh) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Ety Syartika menyebut bahwa batik hingga saat ini memiliki potensi ekonomi besar sebagai warisan budaya Indonesia. 
 
"Batik tidak hanya menjadi simbol identitas budaya, tetapi juga merupakan salah satu produk unggulan yang memiliki potensi ekonomi yang besar," ujarnya, Rabu (2/10).
 
 
Oleh karena itu, bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Ety mengatakan batik yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dengan berbagai corak dan motifnya yang mesti terus dijaga keberadaanya. 
 
Apalagi mengingat batik telah menjadi jendela dunia yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
 
Senada dengan itu, Ketua APPBI DPD DKI Jakarta Mualim Wijoyo mengatakan bahwa batik merupakan prioritas pengembangan perekonomian lantaran dinilai mempunyai karakter dan daya sainh besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Dan produknya juga banyak diminati pasar global, contohnya batik lokal buatan karya Anak Bangsa Indonesia semakin berdaya saing dan mampu menghasilkan batik-batik yang diminati pasar dengan harga terjangkau di setiap tingkatan pangsa pasar dan menghasilkan profit yang baik untuk pelaku usahanya," tuturnya.
 
 
Saat ini, Mualim melihat batik mempunyai banyak sekali inovasi tak hanya ke arah fesyen, tetapi juga aksesoris, furniture, peralatan rumah tangga, hingga dekorasi interior eksterior.
 
"Oleh karena itu tidak ada alasan untuk tidak melestarikan budaya batik. Terlebih di era yabg serba modern ini, batik tak hanya balutan kain semata dan keindahan batik tercipta lantaran sarat akan nilai, tradisi, dan budaya di setiap goresan motifnya," pungkasnya. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore