
Warga Karelia Village, Kelurahan Medang, Kabupaten Tangerang. (Istimewa)
JawaPos.com–Viral, seorang ketua RW di Karelia Village, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang bersikap arogan kepada warga. Akibat sikapnya itu, warga mengajukan tuntutan perdata menuntut keadilan perlindungan hak mereka dengan gugatan perdata teregister dengan Nomor 507/Pdt.G/2024/PN Tng.
Konflik warga dipicu karena pengelolaan klaster mandiri. Perilaku kepengurusan semakin arogan, tidak ada transparansi keuangan yang jelas dalam pengelolaan.
”Ketenangan kami warga hanya berlangsung 2 bulan, ketua RW berulah ketika menjelang perayaan 17 Agustus. Pak RW intervensi dengan melakukan pergantian petugas keamanan dan melibatkan preman,” kata Kurniawan, salah satu warga Karelia Village.
Kuniawan menceritakan, aksi Ketua RW pada Kamis (15/8). Ketika itu, ketua RW membuat aksi mengganti sekuriti sekitar pukul 08.00-12.00 di gerbang Karelia Village. Puluhan warga pun melawan dan nyaris terjadi kerusuhan.
”Sikap arogan RW 029 ini membuat kami resah dan waswas mengingat Paguyuban Warga telah terbentuk secara legal dan sudah ada AHU, tapi masih saja berulah. Lurah saja sudah merestui kenapa mencampuri dengan melibatkan preman, untungnya ada warga yang inisiatif menelepon Polsek Pagedangan karena takut terjadi bentrok fisik,” jelas Kurniawan.
Kurniawan menerangkan, konflik itu bermula dari sikap otoriter RT/RW dalam pembuatan dan penerapan peraturan lingkungan setelah menjadi klaster mandiri. Tidak adanya transparansi laporan keuangan dan tindakan-tindakan intimidatif dilakukan RT/RW kepada beberapa warga.
Tindakan tersebut, kata Kurniawan tidak hanya meresahkan, tindakan tersebut juga memicu kericuhan. Sebab, kerap kali mengganggu ketertiban umum serta mengancam privasi warga.
”Sejumlah insiden serupa telah berulang kali terjadi, semakin memperburuk hubungan antara warga dan pengurus RT/RW,” terang Kurniawan.
Bahkan, lanjut dia, warga Karelia Village pernah menggelar aksi demo mosi tidak percaya terhadap pengurus RT/RW dan viral di beberapa platform media sosial. Konflik semakin memanas setelah RT/RW secara sepihak per Juli melakukan pencabutan fasilitas keamanan warga seperti memecat security dan hanya meninggalkan satu orang saja. Juga pencabutan boom gate di gerbang masuk, tanpa ada solusi apapun.
”Fasilitas seperti kolam renang, pengelolaan sampah, lampu penerangan juga ditelantarkan pengurus RT/RW,” ucap Kurniawan.
Perselisihan warga di Perumahan Cluster Karelia Village dan Ketua RT/RW sudah lama terjadi. Warga merasa geram dengan kepemimpinan RT dan RW di lingkungan itu. Konflik itu sudah dimediasi kelurahan dan kecamatan namun, belum usai. Menurut data warga, Perumahan Karelia dihuni 256 Kepala Keluarga.
Sementara itu, Ketua RW Karelia Village Gading Serpong Didik Prihadi Sambodo, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp soal keresahan warga tidak respons.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
